Terjunkan Alat Berat, BPBD Karanganyar Fokus Evakuasi Material Longsor Jatiyoso
- 14 Jul 2026 20:42 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar menerjunkan dua unit alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material tanah longsor yang menutup jalan penghubung Dusun Blanteng dan Tawang di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso. Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 23.45 WIB menyusul luapan saluran irigasi yang tersumbat di area atas ladang.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, tumpukan material tanah bercampur batu yang menutup akses jalan dilaporkan cukup tebal dan memiliki panjang bentangan yang berkisar antara 4 hingga 8 meter. Tebalnya material tanah tersebut membuat proses pembersihan tidak bisa hanya mengandalkan tenaga manual.
"Alat berat ini ada dua nggih saat pembersihan. Mungkin nanti dua hari lagi atau tiga hari lagi bisa dua sampai tiga hari sudah selesai itu pembersihannya karena cukup ya nutup bahannya yang nutup jalan itu sekitar ada 4 sampai 8 meter itu," ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Sugiharjo saat dikonfirmasi RRI, Selasa 14 Juli 2026.
Sugiharjo meluruskan kabar mengenai adanya isu warga yang terisolir akibat bencana ini. Ia menegaskan tidak ada pemukiman penduduk yang terputus total aksesnya, melainkan material longsor menutupi akses jalan menuju ke kawasan ladang pertanian dan 18 bangunan rumah produksi jamur milik warga.
"Gini, yang sebenarnya terisolir enggak ada, cuman itu jalan ke rumah jamur itu loh, jadi ya ke perkebunan rumah jamur itu, tapi bisa dilalui gitu kok. Jalan kaki bisa. Untuk masyarakat tidak ada terisolir, masih bisa jalan," ujarnya.
Bagi warga yang ingin beraktivitas atau menuju ke area Dusun Tawang, Sugiharjo memastikan masih ada jalan alternatif di sekitar lokasi kejadian yang dapat dilalui oleh kendaraan. "Jarak memutar melalui jalur alternatif itu, juga tidak terlalu jauh dari jalur utama dusun yang tertutup," ucapnya.
Kalakhar menjelaskan, mengenai kronologi dan penyebab bencana, tim reaksi cepat dari BPBD bersama pihak pemerintah desa telah melakukan analisa teknis di lokasi. Longsor diduga dipicu oleh kegagalan fungsi saluran air pertanian di atas ladang yang mengalami penyumbatan, sehingga air meluber dan menjenuhkan struktur tanah di bawahnya yang merupakan area bekas longsoran lama.
"Sementara gini, kemarin kita analisa dengan desa, itu kan ada saluran air di atas tebing. Nah, kelihatannya saluran air itu mampet. Jadi meluber, itu saluran air irigasi itu loh. Dan akhirnya tanah itu kan tanahnya dulu pernah longsor sampingnya itu ya, jadi potensinya itu," ujar Sugiharjo.
Kalakhar menegaskan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka-luka dalam peristiwa yang terjadi di tengah malam tersebut. Proses pembersihan material jalan saat ini terus dikebut secara gotong royong dengan melibatkan personel dari TNI, Polri, relawan penanggulangan bencana, serta warga desa setempat.
"Tidak ada, tidak ada, aman alhamdulillah aman tidak ada korban," ujar Sugiharjo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....