Atasi Kerawanan Longsor, TMMD Sengkuyung Solo Sukses Bangun Talud di Mojosongo
- 21 Mei 2026 17:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 0735/Surakarta resmi menutup program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026. Upacara penutupan yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Lapangan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Usai pelaksanaan upacara, seluruh rombongan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surakarta langsung bertolak menuju lokasi sasaran fisik untuk meninjau hasil proyek pembangunan infrastruktur.
Titik peninjauan utama menyasar pada area pembangunan talud yang berada di kawasan jembatan sebelah barat Pasar Mojosongo. Infrastruktur ini sengaja dibangun sebagai langkah taktis untuk memperkokoh kondisi geografis wilayah setempat yang selama ini dikenal rentan terhadap ancaman pergeseran tanah.
Komandan Kodim (Dandim) 0735/Surakarta, Letkol Inf Arief Handoko Usman, menguraikan bahwa proyek fisik yang berhasil dirampungkan kali ini adalah struktur talud sepanjang 100 meter dengan ketinggian mencapai 3,5 meter. Pembangunan ini menjadi prioritas utama lantaran kondisi tebing sungai sebelumnya sangat rawan longsor, yang apabila dibiarkan dapat menyumbat dan merusak ekosistem aliran air sungai di sekitarnya.
"Pembangunan talud sepanjang 100 meter, kemudian untuk tingginya 3,5 meter. Karena kemarin sebelum ada program ini, yang pertama ini di sini rawan longsor. Apabila sudah longsor tentu akan mempengaruhi sungai. Kemudian di satu sisi juga pembangunan talud ini juga untuk mempercantiklah, mempercantik tata kota. Sehingga harapannya selain aman juga bisa memberikan keindahan, bisa memberikan manfaat kepada masyarakat," kata Letkol Inf Arief Handoko Usman, Kamis, 21 Mei 2026.
Letkol Inf Arief Handoko Usman menambahkan, pengerjaan talud setinggi 3,5 meter ini menerapkan teknik khusus pada bagian dasarnya. Tim di lapangan sengaja membuat konstruksi penguat atau 'sepatu dasaran' guna mengantisipasi daya gerus air sungai yang mengalir secara terus-menerus. Tanpa adanya pondasi dasar yang kuat, bagian bawah tebing akan sangat rapuh dan memicu longsoran baru akibat kikisan arus air dari waktu ke waktu.
Langkah mitigasi bencana berbasis kemanunggalan TNI dan rakyat ini mendapat apresiasi positif dari jajaran pemerintah daerah. Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Budi Murtono, menyatakan bahwa Kelurahan Mojosongo sengaja dipilih sebagai lokasi prioritas TMMD lantaran wilayah tersebut memiliki banyak titik bantaran sungai dengan kondisi talud yang bermasalah dan kerap mengalami longsor.
"Pemerintah Kota Surakarta memilih lokasi TMMD di Kelurahan Mojosongo ini karena memang di daerah sini kan daerah yang banyak longsor, sungai-sungai masih banyak yang longsor, talut-talutnya masih bermasalah. Sehingga ini kita dengan bersama TNI kita membangun di area-area yang seperti ini. Jadi kita berharap dengan adanya proyek ini di kawasan sini permasalahan longsor bisa kita atasi dan lahan yang masih ada ini bisa dipantau dengan baik oleh masyarakat setempat," ujar Budi Murtono.
Guna melanjutkan tren positif pembangunan ini, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk terus menggandeng institusi TNI dalam program-program kemasyarakatan berikutnya. Budi Murtono menegaskan, setiap tahun pemkot akan rutin melakukan survei lapangan untuk memetakan ruang-ruang publik mana saja yang membutuhkan penanganan darurat, dengan target mengusulkan empat lokasi strategis di setiap tahunnya agar bisa diintervensi melalui program TMMD secara berkelanjutan. (Ryan Assyidiqi)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....