Perawatan Jalur, PUD Aneka Usaha Tutup Jalur Cemoro Kandang
- 13 Jul 2026 19:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - PUD Aneka Usaha selaku pengelola wisata pendakian Gunung Lawu wilayah Karanganyar secara resmi mengumumkan penutupan sementara jalur pendakian via Cemoro Kandang. Penutupan ini dilakukan khusus untuk satu hari, yakni pada Selasa, 14 Juli 2026.
Keputusan ini diambil guna memfokuskan kegiatan pemeliharaan jalur yang mendesak. Kondisi jalur yang kini dipenuhi bebatuan dan material kayu pasca pohon tumbang dinilai sudah mengganggu kenyamanan serta membahayakan keselamatan para pendaki.
"Besok saja di tanggal 14 Juli di hari Selasa. Itu kami tutup karena kami berencana dalam hal konteks ini untuk membersihkan jalur ke kawah dan juga jalur ke puncak pendakian via Cemoro Kandang. Karena akhir-akhir ini banyak bebatuan yang istilahnya sudah mengganggu jalannya pendaki," ujar Kabid Operasional PUD Aneka Usaha, Titin Riyadi Ningsih, Senin 13 Juli 2026.
Titin menjelaskan pengerjaan pemeliharaan ini tidak bisa dilakukan sembari jalur tetap dibuka untuk umum. Risiko material jatuh saat petugas melakukan pembersihan di area atas dapat membahayakan pendaki yang berada di bawahnya.
Selain pembersihan material batu dan pohon tumbang, tim di lapangan juga akan fokus pada perbaikan fasilitas pengaman seperti penggantian tali-tali di area kawah serta perbaikan pembatas jalur di area Studio Alam yang kondisinya mulai lapuk.
"Selain itu juga berbahaya kenapa kami tutup hanya sehari. Dan penggantian tali-tali yang ada di kawah. Nah, kalau kita buka itu akan cenderung akan membahayakan pendaki yang lain. Ketika kita membenahi ternyata di bawahnya ada pendaki yang baru naik. Nah, itu kan akan merepotkan," ucapnya.
Manajemen, lanjut Titin, telah mempertimbangkan pemilihan waktu penutupan ini dengan matang. Tanggal 14 Juli dipilih karena intensitas pendakian dinilai sedang rendah setelah masa liburan usai. Pengerjaan akan melibatkan sekitar 15 personel internal dan 10 anggota relawan Anak Gunung Lawu (AGL).
"Kenapa kami milih di tanggal 14 Juli karena kami pertimbangkan intensitas pendaki tidak begitu tinggi. Karena sudah masuk ke liburan sudah selesai dan saat ini kami nanti targetnya di bulan Agustus ada peningkatan," kata Titin.
Terkait aspek ekonomi, manajemen menegaskan keputusan penutupan ini merupakan langkah preventif yang lebih efektif dibandingkan menghadapi risiko kecelakaan atau kebutuhan evakuasi darurat. Biaya evakuasi dinilai jauh lebih besar dibandingkan potensi pendapatan dari jumlah pendaki saat hari kerja.
"Kalau kita istilahnya itu kita buka dan next akan ada terjadi evakuasi kan juga malah lebih kemurahannya. Sekali evakuasi kemarin kita di Ceto ada yang patah tulang itu habis kurang lebih 12-an juta," ujarnya.
Sementara itu, untuk jalur pendakian via Cemoro Ceto dipastikan tetap beroperasi normal. Pengelola tetap melakukan perawatan di jalur tersebut, namun dengan sistem operasional yang masih memungkinkan untuk dibuka bagi pendaki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....