Inovasi Layanan, Pendafataran Pendakian Gunung Lawu Terapkan Sistem Digital

  • 31 Mar 2026 05:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar -

Pengelolaan pendakian Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho dan Cemoro Kandang akan mulai menerapkan sistem pendaftaran berbasis elektronik mulai tanggal 1 April 2026 mendatang.

Perubahan sistem ini seiring dengan beralihnya manajemen pengelola wisata pendakian yang akan mulai dikelola oleh PUD Aneka Usaha.

Proses pengambilalihan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mewujudkan pengelolaan yang lebih profesional dan akuntabel. Saat ini, pengelolaan jalur pendakian masih dalam masa transisi administratif selama kurang lebih tiga bulan untuk memastikan perpindahan kewenangan dari Dinas Pariwisata ke PUD Aneka Usaha berjalan lancar tanpa kendala teknis.

Direktur Utama PUD Aneka Usaha Karanganyar, Samidi, menjelaskan fokus utama dalam pengembangan sistem baru ini adalah pengisian formulir pendaftaran berbasis elektronik atau e-ticket. Sistem ini dirancang untuk mempermudah pengunjung sekaligus menjadi alat kontrol bagi pengelola dalam memantau kapasitas serta pergerakan para pendaki secara riil di lapangan.

“Terutama kita rencana ke depannya itu kaitannya dengan sistem form pendaftaran dengan berbasis elektronik yang akan kita kembangkan untuk pengisian form pendaftaran ke Gunung Lawu. Nanti ada e-tiket untuk pendaki, pengunjung, kemudian pendaftaran lewat aplikasi dan sebagainya,” ujar Samidi kepada wartawan, Selasa 31 Maret 2026.

Lebih lanjut, Samidi menekankan sistem ini akan meminimalisir risiko kecelakaan melalui fitur navigasi posisi pendaki. Dengan data yang terinput dalam formulir elektronik, petugas dapat mendeteksi apakah pendaki berada di pos satu, pos dua, atau titik lainnya, sehingga jika ada pihak keluarga yang bertanya, pengelola dapat memberikan jawaban yang akurat.

“Dari pengalaman kemarin seperti kejadian-kejadian itu, kita berusaha meminimalisir dengan sistem navigasi posisi pendaki di mana. Misalnya orang tua tanya, sudah terdeteksi lewat formulir pendaftaran tersebut di pos mana,” ujarnya.

Selain pembenahan sistem digital, lanjut Samidi, PUD Aneka Usaha juga memprioritaskan pemulihan lahan di kawasan puncak yang sempat terdampak bencana alam dan kerusakan lingkungan. Manajemen berencana menggandeng berbagai pihak melalui skema kolaborasi, termasuk memanfaatkan dana CSR dari instansi lain seperti PDAM untuk program penanaman pohon di area sumber air.

“Kita memprioritaskan pembenahan lahan-lahan supaya tidak ada lagi sorotan tajam terkait kerusakan. Kami akan menggandeng berbagai pihak, mungkin kolaborasi dengan CSR dari PDAM untuk penanaman pohon kembali di kawasan Gunung Lawu,” katanya.

Dukungan terhadap transformasi ini juga datang dari Camat Jenawi, Ardiansyah. Ia berharap kehadiran PUD Aneka Usaha mampu membawa standar pelayanan yang jauh lebih baik dan menjamin faktor keamanan bagi para pendaki, sembari tetap memberdayakan masyarakat lokal seperti porter dan tenaga lapangan lama.

“Untuk pengelolaan ini kita harapkan ke depannya lebih profesional untuk pelayanan akan lebih baik lagi dengan beberapa teknis yang mungkin nanti ada hal-hal yang baru seperti e-tiket dan pendaftaran lewat aplikasi. Tentu pelayanan dan safety pendaki akan lebih terjamin,” kata Ardiansyah.

Ardiansyah menambahkan keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi hal yang krusial dalam masa transisi ini. Menurutnya, pemerintah mendukung penuh langkah PUD Aneka Usaha asalkan kenyamanan pengunjung dan kesejahteraan warga sekitar tetap menjadi prioritas utama.

“Kalau dari pemerintah kecamatan kita support saja bagaimana kondisi di wilayah agar nantinya semuanya bisa nyaman, baik itu pendaki, pengunjung, maupun warga masyarakat yang tentunya akan dilibatkan secara langsung melalui PUD Aneka Usaha,” ujar Ardiansyah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....