SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Unggul Transformasi Sekolah Mandiri
- 09 Jul 2026 19:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - SD Muhammadiyah 1 Solo jadi unggul transformasi sekolah mandiri. Dengan visi mewujudkan peserta didik berkemajuan yang bertakwa, berakhlak mulia, sehat, bernalar kritis, kreatif, menguasai IPTEK, berwawasan global, dan peduli lingkungan.
Hal ini diungkapkan Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta, Mohamad Ali, saat sosialisasi dan peningkatan kapasitas sekolah model pembelajaran mendalam-koding dan kecerdasan artifisial (PM-KKA) di Hotel Red Chilies berada di Jalan A Yani No 286, Manahan, Rabu 08 Juli 2026.
"Selamat kepada teman-teman guru dan karyawan SD Muhammadiyah 1 Kota Surakarta yang sedang melangsungkan raker ya, selama satu pekan,” kata dia.
Menurut Ali, mudah-mudahan dalam kerja-kerja menyusun rencana kerja ini bisa terbangun sebuah rencana kerja yang visioner, tapi juga feasible. Sehingga sekolah yang berdiri sejak 1935 ini akan semakin berkembang pesat seperti pengembangan 10 tahun terakhir.
“Selamat dan alhamdulillah SD Muhammadiyah 1 Surakarta selama satu dekade terakhir ini sudah berhasil melakukan transisi atau transformasi dari sekolah yang awalnya cukup banyak pegawai negeri sipil dan kepala sekolahnya juga PNS,” ujar dia.
Ali menyebut, dalam 10 tahun terakhir kepala sekolahnya juga bukan seorang PNS.
“Orang guru Muhammadiyah, dan guru-gurunya semuanya adalah guru-guru Persyarikatan Muhammadiyah dapat berkembang dan maju. Ini menjadi pelajaran berharga untuk sekolah-sekolah Muhammadiyah yang lain bahwa proses transisi dan transformasi menjadi sekolah yang mandiri dan menjadi sekolah yang betul-betul diminati masyarakat, harus diawali dengan keberanian untuk merancang bangun sekolah secara bagus ya, secara feasible dan tadi, secara mandiri,” papar dia.
Sementara itu, Sri Sayekti menyampaikan sekolah tidak akan menjadi unggul apabila guru atau karyawan yang fixed mindset dalam bekerja.
“Maka, ada tujuh kunci sukses sekolah unggul transformasi sekolah mandiri,” ujarnya.
Sayekti mengungkapkan perlu manajemen sumber daya manusia, manajemen loyalitas, manajemen pelayanan, hingga manajemen kurikulum. Perlu pula manajemen pengembangan inovasi dan teknologi feature, manajemen marketing dan promosi dan manajemen doa.
Recharging mindset karakter dan kualitas sumber daya manusia terutama guru dan karyawan. Kesuksesan adalah 95% mindset, 5% strategi. Kesalahannya banyak orang menjadikan 5% mindset, 95% strategi.
“Proyeksi sekolah unggul mandiri bisa diawali dengan mimpi sekolah sukses, SPMB 100%, sekolah budget, dan sekolah sesuai dengan kondisi masing-masing,” bebernya.
Dia menjelaskan ubah perilaku agar laku. “Jangan-jangan enggak laku karena jeleknya perilaku. Terlalu kaku, terlalu aku. Semua yang kita kerjakan akan dimintai pertanggungjawaban. Di setiap kesulitan ada kemudahan. Allah tidak akan membebani manusia melebihi kemampuannya,” jelasnya
Oleh karena itu, sambungnya, guru karyawan harus memiliki manajemen loyalitas.
“Tidak akan meludahi piring tempat ia makan, sumur tempat dia minum. Loyalitas tanpa batas. Loyalitas sama dengan royalitas yang artinya kesejahteraan,” imbuhnya. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....