RS Asa Bunda Baki Sukoharjo Resmi Beroperasi

  • 28 Jul 2026 19:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO,ID, Sukoharjo – Rumah Sakit (RS) Asa Bunda yang berlokasi di Desa Kadilangu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo resmi beroperasi, Selasa 28 Juli 2026.

Acara peresmian dilakukan Plt Bupati Sukoharjo Eko Sapto Purnomo serta dihadiri jajaran Forkompimda, anggota DPRD, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sukoharjo, stakeholder rumah sakit serta perwakilan tokoh masyarakat setempat.

Usai melakukan pengguntingan untaian bunga melati dan potong tumpeng, Plt Bupati Eko Sapto, yang didampingi Owner RS Asa Bunda, Ari Ayat Santiko, dan Direkturnya Yohana Denyka lalu menyempatkan diri mengunjungi fasilitas RS seperti poliklinik hingga ruang rawat inap.

Owner RS Asa Bunda Sukoharjo, Ari Ayat Santiko, mengatakan keberadaan RS Asa Bunda di Kecamatan Baki sangat strategis karena dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Baki, Gatak, hingga daerah perbatasan Sukoharjo dengan Klaten dan Boyolali yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan.

“Ya, lokasi RS di Kadilangu Baki kami pilih karena mudah dijangkau masyarakat dari Baki, Gawok, Gentan, Sawit, hingga Klaten. RS Asa Bunda merupakan rumah sakit umum tipe D dengan kapasitas awal 50 tempat tidur,” ujar dia.

Selain mengedepankan layanan kesehatan ibu dan anak, RS Asa Bunda ini menurut dia juga menyediakan layanan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, anak, penyakit dalam, bedah, anestesi, dokter gigi, serta fasilitas penunjang seperti fisioterapi, dan pusat tumbuh kembang anak.

“Dengan beroperasinya RS Asa Bunda, diharapkan masyarakat Sukoharjo dan wilayah perbatasan memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih dekat, lengkap, dan berkualitas,” katanya.

Dia juga menegaskan, RS Asa Bunda dengan SDM yang berkompeten, pelayanan prima terhadap pasien didukung peralatan medis serta sarana dan prasarana yang memadai berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada pasien rawat jalan maupun rawat inap.

“RS Asa Bunda Sukoharjo berkomitmen memperkuat layanan kesehatan di Sukoharjo. Rumah sakit ini dikelola dengan menjunjung tinggi profesionalisme dalam pelayanan terhadap pasien,” kata dia.

Dia juga menyebut RS Asa Bunda juga siap berkolaborasi dengan Pemkab Sukoharjo dan para stakeholder untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama terkait layanan kesehatan yang mudah diakses masyarakat.

Sementara itu Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, menegaskan derajat kesehatan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan termasuk bersinergi mendukung program penanganan stunting.

"Ya, untuk prevalensi stunting kita sudah turun dari 24,2 persen menjadi 16,8 persen, tetapi target kita adalah zero stunting. Karena itu, intervensi harus dilakukan secara gotong royong oleh semua pihak," ujarnya.

Selain stunting, Eko Sapto juga menyoroti meningkatnya kasus penyakit tidak menular dan penyakit kritis yang memerlukan biaya besar.

Dia juga berharap, RS Asa Bunda dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk ikut mendukung upaya penanganan stunting serta meningkatkan akses pelayanan kesehatan.

“Harapan kami, mari kita bangun kerja sama yang baik dan menciptakan ekosistem pelayanan kesehatan yang saling mendukung, saling melengkapi, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Direktur RS Asa Bunda Yohana Denyka mengatakan, salah satu layanan yang menjadi unggulan adalah pelayanan ibu dan anak dengan konsep patient centered care.

”Untuk layanan rawat inap, kami menyediakan ruang perawatan umum maupun layanan intensif. Fasilitasnya mencakup ICU dewasa, ICU anak, ICU bayi, serta kamar bayi untuk menangani bayi yang membutuhkan perawatan dan pemantauan lebih lanjut,” jelasnya. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....