SD Muhammadiyah 1 Solo Jadi Sister School SMPM PKBS
- 08 Jul 2026 19:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - SD Muhammadiyah 1 Ketelan ada tantangan baru atau istilah lain menjadi sister school SMP Muhammadiyah Program Khusus Boarding School (SMP Muh PKBS) Surakarta, baik secara software maupun dari segi manajerial.
Hal itu disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo, Mohamad Ali saat membuka acara dan memberi arahan yang bertajuk sosialisasi peningkatan kapasitas sekolah model pembelajaran mendalam di Hotel Red Chilies berada di Jalan A Yani No.286, Manahan, Rabu 08 Juli 2026.
Ali menjelaskan, mungkin dari sekolah yang beralamat di Jalan Kartini No 1 Barat Pura Mangkunegaran yang bisa dishare di sekolah baru ini.
“Bukan hanya kepala sekolah Sayekti secara personal, tetapi secara kelembagaan bisa berbagi kaitannya berbagai aspek, beberapa unsur untuk perkembangan sekolah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, bahwa SD Muhammadiyah yang saat ini berusia 91 tahun telah berhasil. “Saya pernah belajar 3 bulan sebelum menjadi kepala sekolah. Ini salah satu sekolah tempat berguru menimba ilmu tentang mengembangkan sekolah. Dahulu SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta tinggal disitu selama 3 tahun. Jadi sekarang sekolah-sekolah Muhammadiyah ditantang menjadi mandiri,” bebernya.
Sementara itu, Sri Sayekti mengungkapkan bahwa sekolah hebat karena bersama. Tidak ada sekolah hebat tanpa guru yang hebat. Sekolah besar dibangun oleh orang-orang yang mau melakukan hal kecil dengan sepenuh hati.
“Mari bertanya pada hati kita. Apakah saya sudah menjadi guru yang dirindukan murid. Apakah saya sudah membantu rekan sejawat berkembang. Apakah saya sudah melayani orang tua dengan empati. Apakah setiap peluh saya sudah diniatkan murni karena Allah,” tanya retorisnya.
Menurutnya, sepuluh tahun dari sekarang. Anak-anak mungkin lupa detail Pelajaran yang diajarkan. Tetapi anak-anak akan selalu ingat guru yang peracaya kepada mereka.
Sayekti menggarisbawahi menjadi alasan orang tua percaya. “Mari kita menjadi guru yang dikenang bukan karena suaranya yang paling keras, tetapi karena hatinya yang paling tulus. Semoga Allah Swt menjadikan setiap Langkah kita sebagai amal jariyah yang terus mengalir,” harapnya, sambil tersenyum.
Sebelum sesi hari pertama ditutup, Ia mengingatkan pentingnya kedisiplinan karena masih ditemui beberapa pelanggaran pada guru karyawan yang terlambat masuk kerja pukul 06.45 WIB.
“Bismillahirrahmanirrahim. Mari kita mulai tahun Pelajaran 2026/2027 dengan semangat baru,” ajaknya. (Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....