TPID Solo Pantau Fluktuasi Harga Telur dan Daging Ayam
- 08 Jul 2026 18:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan ketidakstabilan harga telur dan daging ayam di Kota Solo dipengaruhi menurunnya permintaan selama masa libur sekolah. Pemerintah Kota Surakarta melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memantau perkembangan harga agar tetap terkendali.
Respati mengatakan penurunan permintaan terjadi karena aktivitas belajar mengajar berhenti sementara. Selain itu, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga ikut libur sehingga konsumsi telur dan daging ayam menurun.
"Kami kan ada Tim Pengendali Inflasi Daerah. Kami pantau harga-harga telur dan daging ini ada sedikit anomali pada waktu libur sekolah," kata Respati Ardi saat ditemui di Loji Gandrung, Selasa 8 Juli 2026.
Menurut Respati, kondisi tersebut merupakan dampak dari mekanisme permintaan dan pasokan di pasar. Saat permintaan turun, harga komoditas ikut mengalami penyesuaian.
"Mungkin karena libur sekolah, MBG libur dan beberapa sektor yang dulunya menjadi konsumsi saat kegiatan belajar mengajar juga libur. Jadi ini masalah supply dan demand, demand-nya menurun," ujarnya.
Respati memperkirakan harga telur dan daging ayam akan kembali stabil setelah kegiatan belajar mengajar dimulai pada 13 Juli 2026. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
"Tanggal 13 sudah mulai sekolah lagi, nanti harga sudah stabil lagi. Saya pantau harga telur dan ayam," katanya.
Ia menjelaskan TPID akan melakukan intervensi apabila terjadi lonjakan harga yang tinggi. Salah satu langkah yang disiapkan yakni menggelar pasar murah agar harga tetap terjangkau masyarakat.
"Ketika hari masuk pertama nanti kita intervensi harga-harga yang melambung tinggi. Itu tugasnya TPID ketika ada lonjakan harga yang tinggi," ujarnya.
Sebaliknya, apabila harga telur dan ayam terlalu rendah, Pemerintah Kota Surakarta akan mendorong peningkatan konsumsi melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan sehingga harga tetap stabil.
"Kalau ada lonjakan harga yang rendah itu kita trigger dengan acara-acara, event, dan lain-lain. Wisata tetap kita dorong supaya ada lifting di sana, konsumsi telur dan daging ayam tetap tercukupi," ucapnya. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....