Injak Kepala Kerbau Dikaitkan dengan Politik, Jokowi: Prosesi Adat di Lampung
- 07 Jul 2026 20:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan tanggapan terkait pemberian gelar adat dari Kerajaan Lampung yang belakangan ini dikaitkan dengan dinamika politik. Jokowi meminta agar prosesi penghargaan adat tersebut tidak ditarik-tarik ke ranah politik praktis.
"Ya itu kan bentuk penghormatan dari masyarakat adat di Lampung. Bentuk penghormatan dari Istana Kedaton Kerajaan Lampung," ujar Jokowi kepada awak media di kediamannya, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Selasa 7 Juli 2026.
Jokowi mengaku merasa sangat terhormat atas penghargaan yang diberikan oleh masyarakat adat Lampung. Menurutnya, mengaitkan ritual budaya tersebut dengan isu politik adalah hal yang tidak relevan. "Saya merasa terhormat diberikan penghargaan. Dan jangan semua hal ditarik ke ranah politik, sering nggak sambung," ucapnya.
Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi serta menghargai keberagaman adat istiadat di Indonesia. Ia menekankan bahwa kearifan lokal merupakan kekayaan bangsa yang wajib dijaga kelestariannya.
"Kita harus terus menghargai adat-istiadat, terus menghargai kearifan lokal, terus menghargai kebudayaan-budaya kita karena budaya kita ini sangat beragam sekali," kata dia.
Saat disinggung mengenai spekulasi yang mengaitkan kepala kerbau bermoncong putih dalam prosesi tersebut dengan lambang partai politik tertentu (PDI Perjuangan), Jokowi hanya tertawa. Ia kembali menegaskan bahwa prosesi tersebut murni bagian dari ritual adat yang sudah diwariskan turun-temurun.
"Itu ritual adat. Sekali lagi itu ritual adat yang sudah tidak sekali dua kali, udah ratusan kali dilakukan," ucap Jokowi sembari tersenyum.
Sebelumnya, polemik ini mencuat setelah adanya silang pendapat antara pihak Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan PDI Perjuangan. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyatakan keheranannya atas kritik yang disampaikan oleh politisi PDIP terkait prosesi adat yang diikuti Jokowi saat safari politik di Lampung tersebut.
Bestari menegaskan bahwa prosesi yang dijalankan adalah murni bagian dari kebudayaan setempat. "Kami menceritakan apa adanya tentang prosesi adat budaya itu. Dan saya juga tidak mengerti kenapa Deddy Sitorus, anggota DPR RI dari PDIP Komisi II, kok marah-marah dengan prosesi yang dilakukan oleh warga adat Lampung. Kan itu kepala kerbau, bukan kepala banteng," kata Bestari, Jumat 3 Juli 2026.
Di sisi lain, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, menilai tidak masuk akal jika Jokowi dikabarkan tidak mengetahui adanya prosesi injak kepala kerbau tersebut terlebih dahulu.
"Jokowi mau injak kepala kerbau atau kepala ular ya silakan saja, tidak ada hubungan dengan kita. Yang saya dengar, Jokowi jadi ketua panitia kegiatan itu," ujar Deddy kepada wartawan.
Deddy menilai bahwa setiap langkah yang diambil di ruang publik saat ini sulit dilepaskan dari konteks politik. Namun bagi pihaknya, fokus utama saat ini adalah mengawal agenda-agenda kerakyatan yang sedang berjalan. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....