Wawali Astrid Beri Nama Bayi Temuan KA Sancaka, Polresta Pastikan Perlindungan

  • 06 Jul 2026 22:38 WIB
  •  Surakarta
Poin Utama
  • Bayi laki-laki yang ditemukan di toilet Kereta Api Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng mendapat nama Bayu Nawasena Bhayangkara dari Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani.
  • Polresta Surakarta, Pemerintah Kota Surakarta, dan RS Bhayangkara Tk. IV Surakarta berkomitmen memberikan perlindungan maksimal, perawatan medis terbaik, dan pendampingan khusus kepada bayi tersebut.
  • Nama Bayu Nawasena Bhayangkara dipilih sebagai doa dan harapan untuk masa depan bayi, dengan setiap kata melambangkan kehidupan yang mengalir, harapan baru, dan perlindungan dari Polri.

RRI.CO.ID, Surakarta – Bayi laki-laki yang ditemukan di toilet Kereta Api Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng kini mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kota Surakarta dan Polresta Surakarta. Selain menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Tk. IV Surakarta, bayi tersebut juga diberikan nama Bayu Nawasena Bhayangkara oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.

Pemberian nama dilakukan saat Astrid bersama jajaran Polresta Surakarta dan RS Bhayangkara mengunjungi bayi tersebut di rumah sakit, Senin 6 Juli 2026. Turut hadir Karumkit Bhayangkara Tk. IV Surakarta Kompol dr. Arif Tria Novianto, Kasat Res PPA dan PPO Polresta Surakarta Kompol Ratna, serta Kapolsek Banjarsari Kompol Harno.

Kasihumas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada anak, khususnya bayi yang membutuhkan penanganan dan pendampingan khusus.

"Polresta Surakarta berkomitmen memberikan perlindungan maksimal terhadap anak. Melalui Sat PPA, kami terus melakukan pendampingan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, serta instansi terkait agar seluruh hak-hak bayi ini dapat terpenuhi dengan baik, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hukumnya," ujar AKP Lingga.

Astrid menjelaskan, nama Bayu Nawasena Bhayangkara dipilih sebagai doa sekaligus harapan bagi masa depan sang bayi. "Bayu" melambangkan kehidupan yang terus mengalir, "Nawasena" berarti harapan baru dan masa depan yang cerah, sedangkan "Bhayangkara" menjadi simbol perlindungan yang diberikan Polri sejak bayi tersebut ditemukan.

Polresta Surakarta memastikan proses penyelidikan terkait penemuan bayi tetap berjalan. Di sisi lain, kepolisian bersama Pemerintah Kota Surakarta dan pihak rumah sakit terus bersinergi untuk menjamin bayi memperoleh perawatan medis terbaik serta perlindungan sesuai hak-haknya.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan bayi dapat tumbuh sehat dan memperoleh masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada anak yang membutuhkan perhatian khusus. (Ryan Assyidiqi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....