Sinergi Ekonomi, PDM Sragen Barter Kelengkeng dengan Teknologi Peternakan Blitar
- 06 Jul 2026 14:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen sukses menjalin sinergi bisnis strategis berskala besar dengan PDM Blitar dan kawasan Malang Raya, Jawa Timur. Kolaborasi ini menandai langkah taktis dalam menggeliatkan pilar ekonomi persyarikatan melalui pertukaran komoditas kelengkeng unggulan dengan teknologi peternakan modern.
Kesepakatan bisnis bernilai miliaran rupiah tersebut lahir dalam lawatan bisnis selama tiga hari yang berlangsung pada Jumat hingga Minggu (3–5 Juli 2026). Rombongan asal Sragen dipimpin langsung oleh Direktur Program Green Village PDM Sragen, Eko Wijiyono, didampingi tim BikersMu serta lima unsur pimpinan PDM Sragen, yakni KH Muh Sauman, KH Mustaqim, KH Budi Santoso, KH Samadi, dan KH Sutarno.
Misi utama kunjungan ini adalah melakukan tes pasar untuk varietas kelengkeng unggulan yang tengah dikembangkan PDM Sragen melalui program Green Village.
Destinasi pertama rombongan dimulai dari Kota Batu dan Kota Malang. Di Kota Batu, rombongan disambut hangat oleh Ketua PDM Kota Batu, Profesor Nurul, beserta jajarannya. Profesor Nurul mengagumi kualitas buah kelengkeng asal Sragen tersebut saat mencicipinya langsung.
"Rasanya sangat manis, dagingnya tebal, tetapi bijinya kecil sekali," kata Profesor Nurul.

Melihat potensi pasar yang menjanjikan, PDM Kota Batu bergerak cepat dengan memesan bibit kelengkeng unggulan Sragen untuk ditanam di atas tanah wakaf seluas minimal 2 hektare. Respons positif serupa juga datang dari PDM Kota Malang yang memproyeksikan buah kelengkeng Sragen ini akan diminati pasar domestik.
Puncak dari lawatan ini terjadi saat rombongan bergeser ke Kabupaten Blitar. Rombongan diterima langsung oleh Ketua PDM Blitar, Sigit, serta Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Hidayat. Di wilayah ini, kesepakatan barter ekonomi yang saling menguntungkan resmi disepakati.
PDM Blitar berkomitmen penuh membantu pemasaran dan mengalokasikan lahan produktif seluas 10 hektare milik persyarikatan untuk ditanami kelengkeng unggulan Sragen. Sebagai timbal balik, PDM Sragen akan mengadopsi sektor peternakan ayam petelur modern yang menjadi keunggulan Blitar untuk dikembangkan di Sragen.
Hidayat menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi dan mengawal transfer teknologi peternakan ayam petelur asal Jerman ke Sragen. Teknologi ramah lingkungan ini dikenal sangat efisien karena mampu memaksimalkan tingkat produksi telur hingga 98 persen dari total populasi ayam.
Selain produktivitas tinggi, keunggulan kandang berteknologi Jerman ini dipastikan ramah lingkungan, tetap sejuk, dan tidak menimbulkan bau menyengat. Investasi untuk skala industri ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp10 miliar per kandang dengan kapasitas tampung mencapai 30.000 ekor ayam.
Direktur Program Green Village, Eko Wijiyono, menegaskan bahwa kolaborasi lintas wilayah ini merupakan pengejawantahan dari pilar ekonomi Muhammadiyah yang mandiri dan berkemajuan.
Sementara itu, perwakilan pimpinan PDM Sragen, KH Muh Sauman, menekankan pentingnya hasil yang konkret dalam setiap jalinan silaturahmi persyarikatan.
"Silaturahmi itu harus menghasilkan dampak nyata untuk semua. PDM Sragen dan PDM Blitar sepakat untuk maju dan sukses bersama dalam membesarkan gerakan ekonomi Muhammadiyah," kata KH Muh Sauman. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....