Langes Giling PG Mojo Sragen Cemari Warga, Manajemen Upayakan Penambahan Filter
- 05 Jul 2026 22:17 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Proses giling tebu di Pabrik Gula (PG) Mojo Sragen memicu keluhan dari warga sekitar dalam beberapa hari terakhir. Limbah padat berupa jelaga hitam atau langes dari cerobong asap pabrik tersebut beterbangan hingga mengotori permukiman warga di wilayah Kelurahan Sragen Kulon, Kecamatan Sragen.
.
Salah seorang warga Sragen Kulon, Rahmat Samsono mengungkapkan, sisa pembuangan berwarna hitam tersebut mengotori teras dan halaman rumah warga setiap hari sejak musim giling dimulai. Fenomena ini pun sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial.
"Kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir, tepatnya sejak musim giling tebu dimulai," ujar Rahmat, Minggu 5 Juli 2026.
Warga berharap pihak manajemen PG Mojo segera melakukan langkah perbaikan pada sistem pembuangan asap. Hal ini penting untuk mengantisipasi meluasnya dampak polusi udara dan lingkungan yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, manajemen PG Mojo mengakui adanya sebaran jelaga yang mencapai permukiman warga. Perwakilan Karyawan PG Mojo, Samuel Mahendra menjelaskan, saat ini pihak teknisi tengah melakukan pembenahan parsial pada sistem mesin boiler pembuangan.
Namun, Samuel mengakui bahwa merawat dan mengoptimalkan pabrik peninggalan era kolonial memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait ketersediaan suku cadang.
"Alatnya sudah tua dan kami harus rapikan. Beberapa bagian sudah diperbaiki, tetapi itu tidak mudah. Kalaupun ada spare part yang didatangkan, harus melalui proses modifikasi dan penyesuaian di lapangan agar bisa presisi," kata Samuel.
Selain faktor mekanis, Samuel menyebut faktor cuaca ekstrem tahun ini turut memperparah sebaran debu. Berbeda dengan musim giling tahun lalu yang diwarnai kemarau basah, tahun ini wilayah Sragen mengalami musim kemarau yang sangat kering disertai angin kencang.
"Tahun ini kemaraunya cukup tegas. Angin kencang saat siang hari dan udara panas membuat debu dari dapur boiler menyebar lebih luas karena tidak tereduksi oleh air hujan seperti tahun lalu," katanya lagi.
Pihak manajemen menegaskan tidak tinggal diam dalam menyikapi persoalan ini. Berdasarkan hasil pemantauan internal, volume debu diklaim sudah mulai menurun dalam tiga hari terakhir dibandingkan kondisi sepuluh hari sebelumnya.
Saat ini, fokus tim teknis PG Mojo adalah menambah komponen penyaring pada cerobong ketel untuk meminimalisasi semburan jelaga secara signifikan.
"Jika tahun lalu dengan tiga alat treatment di cerobong sudah aman, tahun ini melihat kondisi cuaca yang kering, alat reduksi ini harus kami tambah lagi. Teknisi kami terus berupaya maksimal meminimalisir, harapannya bisa bersih sama sekali," ucap Samuel. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....