Warga Desak Relokasi PG Mojo, Dampak Bulan Puasa Terganggu Bau Busuk
- 15 Mar 2026 20:29 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Selama berapa pekan terakhir warga Sragen Kota mengeluhkan aroma busuk hingga menganggu ibadah bulan puasa. Dampak dari aroma tak sedap yang menyengat di kawasan pusat kota Sragen itu membuat warga mendesak relokasi Pabrik Gula (PG Mojo).
Warga menduga kuat bau busuk itu berasal dari tumpukan blotong atau residu sisa produksi dari PG Mojo saat produksi tahun lalu. Dampaknya tidak main-main, sejumlah fasilitas publik mulai dari Masjid Raya Al Falah, gereja, sekolah, perbankan, hingga pasar tradisional terdampak langsung.
Tak hanya mengganggu kenyamanan, aroma yang menyebar mengikuti arah angin ini juga mulai memukul aktivitas ekonomi warga, terutama para pedagang makanan di sepanjang Jalan Sukowati.
Salah satu warga yang tinggal di sisi utara pabrik Rahmat Samsono, mengungkapkan bahwa aroma menyengat tersebut sudah terasa sejak awal puasa. Kondisi ini diperparah dengan letak pemukiman yang padat penduduk. "Sangat mengganggu, apalagi ini kawasan ramai," ucap dia Minggu 15 Maret.
Pihaknya mendesak Pabrik Gula dipindahkan dari lokasi saat ini. Lanjutnya, lokasi pabrik yang berada di pusat kota sudah tidak layak atau tak representatif.
"Kami berharap ada solusi jangka panjang, kalau perlu pabrik dipindahkan ke wilayah yang lebih dekat dengan bahan baku seperti Tangen atau Jenar yang banyak perkebunan tebu," kata dia dengan nada mendesak.
Menanggapi gelombang keluhan tersebut, Samuel Mahendra dari Bagian Keuangan PG Mojo memberikan klarifikasi. Ia mengakui adanya timbunan sisa produksi atau blothong di halaman pabrik yang merupakan hasil giling tahun lalu.
"Tumpukan itu memang sudah ada sejak musim giling kemarin. Namun, karena intensitas hujan yang cukup tinggi, limbah tersebut belum bisa dikelola dengan maksimal sehingga menimbulkan bau saat terkena air," ujar Samuel.
Pihak manajemen mengklaim saat ini tengah melakukan langkah percepatan penanganan bersama mitra dari Paguyuban Masyarakat Mojo Bersatu. Sebagian limbah mulai direlokasi ke halaman belakang pabrik untuk diolah lebih lanjut.
"Kami sedang relokasi ke belakang, sekaligus membersihkan area depan untuk persiapan tradisi buka giling atau Cembengan. Sebenarnya blothong ini memiliki manfaat besar sebagai pupuk organik bagi petani," ujar dia.
Samuel memastikan bahwa intensitas bau saat ini sudah mulai berkurang seiring dengan proses pemindahan material. Pihak pabrik berjanji akan terus memantau situasi agar proses persiapan giling tahun ini tidak lagi menyisakan dampak lingkungan bagi masyarakat sekitar. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....