RRI Surakarta Luncurkan Program Jagat Wayang Berbasis Multiplatform

  • 05 Jul 2026 22:48 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – LPP RRI Surakarta meluncurkan Program Jagat Wayang Berbasis Multiplatform di Pro 4 RRI Surakarta dalam rangkaian Pagelaran Ketoprak di Auditorium RRI Surakarta, Selasa 30 Juni 2026. Peluncuran program ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Ketua Dewan Pengawas LPP RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto.

Program Jagat Wayang merupakan aksi perubahan Ketua Tim Siaran LPP RRI Surakarta, Indah Wulandari, dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026. Inovasi tersebut mengintegrasikan siaran budaya melalui radio dan berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan masyarakat.

Kepala LPP RRI Surakarta, Iwan Martono, mengatakan peluncuran Jagat Wayang menjadi bagian dari komitmen RRI dalam melestarikan budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah baru dalam pengembangan siaran budaya di RRI Surakarta.

"Pada kesempatan ini kami melaksanakan launching aksi perubahan Program Jagat Wayang berbasis multiplatform di Pro 4 RRI Surakarta. Program ini digagas oleh Ibu Indah Wulandari yang sedang mengikuti Pelatihan PKA LAN RI dan merupakan inovasi yang mengintegrasikan siaran radio dalam berbagai platform digital," katanya dalam sambutan.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut konten wayang dan budaya tidak hanya dapat dinikmati melalui siaran radio. Masyarakat juga dapat mengaksesnya melalui media sosial, layanan streaming, video digital, dan berbagai kanal multiplatform RRI.

"Melalui Program Jagat Wayang ini kami berharap seni pewayangan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda sehingga budaya adiluhung Indonesia tetap hidup, berkembang, dan relevan di era transformasi digital," ujarnya menjelaskan.

Ketua Tim Siaran LPP RRI Surakarta, Indah Wulandari, mengatakan Jagat Wayang dirancang untuk mendekatkan wayang kepada generasi muda. Program tersebut memadukan siaran terestrial, dialog interaktif, serta media sosial dalam satu ekosistem penyiaran budaya.

"Program baru ini kami gagas untuk menggaet generasi muda agar lebih mencintai wayang, mencintai budaya, dan bisa membentuk ekosistem budaya ke depannya untuk RRI pada khususnya," kata Indah Wulandari.

Ia berharap Jagat Wayang tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat. Karena itu, program tersebut juga akan menghadirkan pengenalan tokoh-tokoh wayang secara berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh satuan kerja RRI lainnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Mohammad Toha, mengapresiasi inovasi RRI Surakarta yang memanfaatkan berbagai platform digital dalam penyajian konten budaya. Menurutnya, langkah tersebut menjadi strategi tepat untuk menarik minat generasi Z dan milenial.

"Saya apresiasi RRI masih nguri-uri budaya. Ketoprak ini dimasukkan di beberapa platform, lewat streaming, YouTube, dan pertunjukan langsung untuk menggaet pemirsa atau pendengar Gen Z maupun milenial," ujarnya kepada rri.co.id.

Ia berharap inovasi seperti Jagat Wayang terus dikembangkan agar RRI semakin dicintai masyarakat. Ia juga menilai kreativitas pegawai RRI menjadi modal penting untuk menghadirkan konten budaya yang lebih dekat dengan generasi muda. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....