SD Negeri di Tengah Kota Solo Minim Pendaftar Akibat Zonasi Ketat

  • 04 Jul 2026 21:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Fenomena minimnya pendaftar dialami sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri di pusat kawasan Kota Solo pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

Berdasarkan data di lapangan, sekolah-sekolah yang berada di kawasan niaga dan perkantoran ini kesulitan memenuhi kuota ideal rombongan belajar akibat berkurangnya jumlah penduduk usia sekolah di wilayah tersebut.

Kepala SDN Tegalayu Surakarta, Sutanto, menjelaskan sekolahnya saat ini baru mendapatkan lima pendaftar dari total kebutuhan puluhan siswa karena lingkungan sekolah yang kini didominasi oleh pertokoan dan area bisnis.

"Di sini kan kebanyakan ruko, warga sekitar rumahnya banyak yang dijual atau diganti rugi, sehingga banyak yang sudah pindah ke daerah lain walaupun KK-nya masih di sini," ujar Sutanto, Sabtu, 4 Juli 2026.

Kondisi demografis serupa juga berdampak pada SDN Kauman Surakarta, di mana pihak sekolah mencatat jumlah pendaftar yang sangat minim serta sempat dirugikan oleh beredarnya rumor penggabungan sekolah (regrouping).

Guru SDN Kauman, Suyanto, mengatakan, penerapan sistem zonasi secara ketat juga turut menjadi kendala yang paling signifikan, mengingat pada masa kejayaannya sekolah ini justru banyak menerima siswa dari luar wilayah, terutama anak-anak dari para pedagang Pasar Klewer.

"Dulu banyak murid dari pedagang Pasar Klewer karena di luar daerah, tapi dengan adanya zonasi anak-anak itu tidak bisa masuk ke sini," kata Suyanto. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....