Permohonan Air Bersih Dibuka, Warga Sragen Diminta Bersurat-Siapkan Tandon

  • 04 Jul 2026 11:08 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Menghadapi musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen telah mengalokasikan pasokan reguler sebanyak 500 tangki air bersih untuk disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak. Warga yang membutuhkan bantuan diharapkan mengajukan permohonan secara resmi dan menyiapkan tandon air.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sragen, Ahmad Subekti mengungkapkan bahwa permohonan bantuan air bersih diajukan lewat Pemerintah Desa dan Kecamatan. Setelah itu dikirimkan kepada BPBD.

"Nanti petugas BPBD akan survey apakah lokasi benar-benar membutuhkan dan sudah menyiapkan tandon. Kalau belum ada tandon, warga diharapkan menyiapkan tandon darurat menggunakan terpal agar saat armada datang, air bisa langsung ditampung dan warga tidak perlu mengantre lama," kata Ahmad, Jumat 3 Juli.

Dikatakan Ahmad, BPDB Sragen telah mengalokasikan pasokan reguler sebanyak 500 tangki air bersih untuk disalurkan ke wilayah rawan kekeringan. Kendati demikian, Ahmad menegaskan masyarakat tidak perlu panik jika dampak kekeringan meluas melampaui prediksi.

Jika kuota reguler tersebut nantinya habis dan kondisi di lapangan kian kritis, Pemkab Sragen dapat mengaktifkan mekanisme dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menambah pasokan air. Dalam operasionalnya, BPBD Sragen juga terus menjalin kerja sama dengan penyalur sumur dalam lokal guna mempercepat mobilisasi armada ke wilayah Sragen utara.

"Kuotanya 500 tangki, tetapi nanti kalau ada kebutuhan yang memang mendesak, kita bisa melalui mekanisme BTT (belanja tidak terduga)," ujarnya.

Ditanya apakah permohonan dropping air bersih ke wilayah rawan kekeringan sudah banyak, Ahmad mengaku yang resmi baru satu dukuh. Namun yang permohonan tidak resmi sudah ada beberapa yang masuk.

"Kita masih menunggu surat resminya. Kalau infonya sudah ada beberapa ini. Cuman kan kalau kita belum resmi kan... kita belum bisa bilang A1 (positif urgent). Nanti asumsi kadang beda-beda. Lha setelah ada surat resmi, yang seperti tadi saya bilang, terus nanti kita cek lokasi."

Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mulai menyalurkan bantuan air bersih (dropping) perdana untuk mengatasi krisis air bersih akibat musim kemarau. Bantuan pertama ini dikirimkan hari ini, Jumat 3 Juli 2026, ke wilayah rawan kekeringan di utara Bengawan Solo.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sragen, Ahmad Subekti mengungkapkan bahwa wilayah yang menerima penyaluran air bersih perdana tersebut berada di Kecamatan Gesi.

"Ini baru berangkat. Kita kirim armada satu tangki perdana mulai hari ini," ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Jumat 3 Juli 2026.

Bantuan satu tangki air bersih tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan warga di RT 5 Dukuh Krengseng, Desa Poleng, Kecamatan Gesi. Berdasarkan data lapangan, dampak kekeringan di lingkungan RT tersebut mencakup 65 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 218 jiwa. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....