Atasi Kekurangan Guru, Disdikbud Karanganyar Tugaskan ASN TK Perbantuan ke SD
- 29 Jun 2026 21:30 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karanganyar mencatat adanya kekurangan tenaga pendidik yang mencapai sekitar 300 guru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Guna mengatasi kekosongan tersebut menjelang tahun ajaran baru, dinas terkait menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk pemetaan ulang dan penugasan guru Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno mengatakan, salah satu langkah cepat yang diambil adalah mengalihkan penugasan guru ASN yang selama ini diperbantukan di Taman Kanak-Kanak (TK) swasta untuk kembali mengajar di sekolah negeri. Tercatat ada sekitar 90-an guru ASN di jenjang TK yang akan diteliti untuk membantu kekosongan di formasi guru SD.
"Jadi rencana kami kan sebelum tahun ajaran baru itu, akan menarik bagi Bapak Ibu guru terutama ASN yang mengampu di TK. Nah, ada sekitar 90-an sekian, itu nanti kita tarik untuk membantu guru-guru yang ada di SD yang selama ini mengalami kekosongan. Kita solusinya sementara seperti itu," ucap Hendro kepada wartawan usai menghadiri acara penyerahan SK pensiun bagi pendidik dan tenaga pendidik Karanganyar, Senin 29 Juni 2026.
Hendro menjelaskan kebijakan ini diambil mengingat keterbatasan regulasi dalam rekrutmen guru baru di sekolah negeri. Sementara itu, sekolah swasta dinilai memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam mencari tenaga pendidik secara mandiri.
"Kan swasta itu kan mempunyai keleluasaan untuk merekrut guru bantu dari masyarakat atau yang berkontribusi. Lah anak negeri kan gak bisa. Nah makanya kita narik teman-teman yang negeri yang bertugas di TK ini nanti kita tarik ke SD. Diperbantukan namanya," ujarnya.
Selain mengoptimalkan guru ASN, Dinas Pendidikan Karanganyar juga menjalin kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang tengah menjalani program magang akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang mengalami krisis guru.
Langkah ini mendesak dilakukan karena angka pensiun guru di Karanganyar cukup tinggi, yakni berkisar antara 25 hingga 30 orang setiap bulannya. Hendro merinci, untuk bulan ini saja terdapat belasan guru SD dan SMP yang purna tugas, ditambah pengawas dan tenaga administrasi dari dinas.
"Ini guru SD ada 12, kemudian SMP 12, pengawasnya ada 3, TK-nya ada 1, kemudian dari dinas sendiri ada 1. Jadi rata-rata setiap bulan sekitar 25 sampai 30 yang pensiun," katanya.
Sementara itu, Ketua PGRI Karanganyar, Sri Wiyanto, mengungkapkan pihaknya terus menyuarakan kondisi minimnya guru kepada pemerintah daerah agar sektor pendidikan mendapatkan perhatian khusus dibanding instansi lainnya. Menurutnya, beban kerja guru tidak dapat disamakan dengan dinas lain yang pekerjaannya bisa dirangkap oleh sedikit orang. Kekosongan guru di kelas akan langsung berdampak pada proses belajar mengajar anak didik.
"Di setiap rapat itu pasti saya menyampaikan ke Pak Bupati. Dinas Pendidikan itu jangan disamakan dengan dinas-dinas yang lain. Kalau dinas yang lain itu kan pekerjaan bisa dikerjakan oleh satu orang, dua orang. Tapi untuk guru kan tidak bisa. Maka saya menyampaikan berulang kali kebutuhannya masih banyak. Setiap bulan itu minimal itu 20 yang kosong," ucapnya.
Sri Wiyanto juga menambahkan, beban berat juga dihadapi oleh para guru honorer yang selama ini membantu mengisi kekosongan tersebut sebelum adanya kebijakan efisiensi. Upah yang diterima oleh tenaga honorer dinilai masih sangat minim dan memprihatinkan.
"Gajinya ya mungkin enggak bisa dianu. Sebetulnya yang pertama bisa kan memerintah untuk mencerdaskan anak bangsa sesuai yang diamanahkan pada Undang-undang Dasar," katanya.
Adapun, melalui skema pemetaan guru ASN TK dan pelibatan mahasiswa magang ini, diharapkan proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru di Kabupaten Karanganyar dapat tetap berjalan optimal meskipun di tengah keterbatasan jumlah tenaga pendidik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....