Respati Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Penggerak Kota Solo

  • 06 Agt 2026 10:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mendorong ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kota dengan mengoptimalkan sumber daya manusia. Kreativitas masyarakat dinilai menjadi modal penting bagi Solo yang tidak memiliki potensi alam seperti laut maupun gunung.

Respati mengatakan kekuatan sumber daya manusia perlu dikembangkan menjadi produk dan kegiatan yang memiliki nilai ekonomi. Pemkot juga berupaya menyediakan ruang yang mendukung perkembangan para pelaku ekonomi kreatif.

"Solo enggak punya alam, enggak punya laut, enggak punya gunung dan lain-lain, tapi kita punya manusianya," kata Respati dalam diskusi publik Solo Creative Talks di halaman Pasar Triwindu, Rabu 5 Agustus 2026.

Menurut Respati, sejumlah kawasan di Kota Solo memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ruang ekonomi kreatif. Kawasan Keprabon, Kemlayan, dan Kauman menjadi beberapa wilayah yang diarahkan untuk mendukung aktivitas pelaku usaha dan pariwisata.

"Semua sudah maju, bangunan sudah ada. Tapi kita perlu mengembangkan kawasan-kawasan khusus untuk memfasilitasi rekan-rekan di sini, para pelaku usaha ekonomi kreatif berjalan," ujarnya.

Respati juga mendorong pelaku ekonomi kreatif tidak hanya mengejar peningkatan jumlah penjualan. Nilai jual produk perlu ditingkatkan melalui inovasi, pengemasan, hingga narasi yang mampu menarik konsumen.

"Mari kita tingkatkan harga jual dari produk teman-teman. Karena kita butuh market, kadang idealisme dengan fakta bisnis itu sedikit berbeda," ucapnya.

Menurut Respati, strategi tersebut diperlukan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk konsumen dengan daya beli tinggi. Pelaku kreatif diharapkan mampu membaca kebutuhan pasar tanpa meninggalkan karakter produk yang dikembangkan.

Penguatan ekonomi kreatif juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata Kota Solo. Selain kuliner, gastronomi, seni pertunjukan, wayang dan ketoprak, Pemkot ingin mengembangkan sektor kebugaran dan kesehatan sebagai daya tarik baru.

Respati menargetkan pengembangan tersebut mendukung visi Solo sebagai Wellness City pada 2030. Diversifikasi daya tarik diharapkan dapat memperpanjang aktivitas wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....