Puskesmas Manyaran Soroti Rendahnya Deteksi Dini Kesehatan Warga
- 27 Jun 2026 08:46 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Wonogiri - Rendahnya partisipasi masyarakat dalam deteksi dini kesehatan dan penemuan kasus tuberkulosis (TBC) menjadi perhatian dalam Mini Lokal Karya Lintas Sektoral Bidang Kesehatan Triwulan II Tahun 2026 yang digelar Puskesmas Manyaran.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimcam Manyaran, jajaran pendidikan, pemerintah desa dan kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurut rilisnya Jumat 26 Juni 2026, forum ini menjadi sarana evaluasi capaian program kesehatan hingga Triwulan II Tahun 2026 sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor.
Sekretaris Kecamatan Manyaran, Widodo, mengatakan sejumlah persoalan kesehatan masih membutuhkan perhatian bersama. Di antaranya perkembangan kasus stunting, penanganan penyakit menular, dan pembinaan generasi muda.
"Hal yang perlu menjadi perhatian bersama adalah perkembangan kasus stunting, penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), serta upaya pembinaan generasi muda melalui edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.
Kepala Puskesmas Manyaran, drg. Evi Arliyantina, memaparkan evaluasi program kesehatan yang dibagi dalam empat klaster pelayanan. Pada Klaster 1 Manajemen, penggunaan aplikasi Mobile JKN dan keikutsertaan masyarakat dalam Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) masih tergolong rendah.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi masih minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. "Karena itu, Puskesmas Manyaran akan mengintensifkan sosialisasi penggunaan Mobile JKN dan edukasi mengenai manfaat Posyandu ILP," ujarnya.
Pada Klaster Kesehatan Ibu dan Anak, masih ditemukan cukup banyak ibu hamil berisiko tinggi. Untuk menekan risiko tersebut, Puskesmas mengoptimalkan pemeriksaan kehamilan menggunakan fasilitas USG sebanyak dua kali selama masa kehamilan, khususnya pada trimester pertama dan kedua.
Sementara pada Klaster Kesehatan Lansia, cakupan pelayanan bagi penderita hipertensi masih rendah. Dari total 4.019 penderita hipertensi, baru 606 orang yang mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sebagai upaya peningkatan layanan, Puskesmas Manyaran akan mengoptimalkan program Cek Kesehatan Gratis melalui Posyandu ILP, memberikan edukasi tentang hipertensi, serta mengembangkan inovasi "Tuku Ceker" berupa kartu pengingat pemeriksaan kesehatan rutin.
"Adapun pada Klaster Penyakit Menular, penemuan kasus TBC juga masih perlu ditingkatkan. Langkah yang disiapkan meliputi investigasi kontak serumah, skrining aktif di masyarakat, dan optimalisasi peran lintas sektor dalam pencegahan serta penanggulangan TBC," katanya.
Melalui kegiatan tersebut, seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi agar berbagai persoalan kesehatan masyarakat di Kecamatan Manyaran dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan. (Ril/Ase)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....