Kebakaran Rumah Toko Sembako di Kedungwaduk Sragen, Kerugian Capai 150 Juta
- 20 Jun 2026 11:46 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Sebuah rumah tinggal yang sekaligus difungsikan sebagai tempat usaha toko kelontong di Dusun Kedungwaduk RT 024/002, Desa Kedungwaduk, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, ludes terbakar pada Jumat 19 Juni 2026 malam. Insiden kebakaran hebat tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting arus listrik dari salah satu kamar.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, melalui Kapolsek Karangmalang AKP Joni Kurniawan, membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang menimpa toko sembako bernama "Rindu" milik saudari Rini Wahyuningsih (47) tersebut.
"Benar, kejadian dilaporkan pada Jumat malam sekitar pukul 22.30 WIB. Bangunan yang terbakar merupakan rumah tinggal sekaligus tempat usaha toko kelontong dan depot air isi ulang," ujar AKP Joni Kurniawan saat dikonfirmasi, Sabtu 20 Juni 2026.
Berdasarkan laporan resmi kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 WIB ketika pemilik rumah, Rini Wahyuningsih, menutup toko kelontongnya untuk beristirahat. Namun, sekitar pukul 22.30 WIB, saksi Rafiq Rahmadani (26) mendengar suara sambaran api yang cukup keras dari arah bagian selatan rumah.
Mendengar suara mencurigakan tersebut, korban langsung bergegas memeriksa sumber suara. Sontak korban terkejut mendapati kobaran api sudah membesar dari dalam kamar anaknya yang bernama Azril.
"Saat kejadian, kamar anak korban dalam keadaan kosong ditinggal keluar rumah. Korban yang melihat api sudah membesar langsung membangunkan seluruh penghuni rumah lainnya untuk menyelamatkan diri ke luar bangunan," kata Kapolsek lebih lanjut.
Sembari menyelamatkan diri, korban berteriak meminta tolong warga sekitar. Ketua RT setempat, Pono Susanto (51), bersama warga langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, serta segera menghubungi Polsek Karangmalang dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sragen.
Sekitar pukul 23.00 WIB, personel Polsek Karangmalang bersama tim petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian untuk melakukan lokalisir dan pemadaman. Kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan secara total pada pukul 23.45 WIB setelah mengerahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran.
AKP Joni Kurniawan menambahkan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengumpulan keterangan saksi, penyebab kebakaran diduga kuat akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
"Sumber api berasal dari kamar anak korban. Diduga ada korsleting pada stop kontak, karena saat kamar ditinggal pergi, semua colokan kelistrikan termasuk kipas angin dalam keadaan masih menyala atau terhubung arus listrik," paparnya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu potong kabel yang terbakar dari lokasi.
Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini (nihil). Namun, amukan si jago merah menghanguskan bangunan rumah, seluruh barang dagangan toko sembako, serta peralatan mesin usaha air isi ulang milik korban.
"Akibat kejadian ini, total kerugian materiil yang dialami korban ditafsir mencapai kurang lebih Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah)," kata AKP Joni.
Pihak korban sendiri telah menyatakan menerima musibah kebakaran ini dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai musibah, serta memilih untuk tidak menuntut pihak manapun baik secara materiil maupun jalur hukum. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....