Dampak Pemadaman Listrik, Rumah Nenek Sebatang Kara di Sragen Ludes Terbakar

  • 20 Jun 2026 09:34 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Nasib nahas menimpa Mbah Painem (80), seorang nenek yang hidup sebatang kara di Dukuh Telon RT 39, Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Rumah milik lansia yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini ludes dilalap si jago merah pada Jumat 19 Juni 2026) malam, setelah lilin yang dinyalakan memicu kebakaran hebat.

Peristiwa pilu ini bermula saat wilayah setempat mengalami pemadaman arus listrik berkala (oglangan) oleh PLN sejak pukul 17.30 WIB. Karena kondisi rumahnya gelap gulita, Mbah Painem berinisiatif menyalakan lilin penerangan yang diletakkan di atas meja.

Karena merasa sepi hidup sendiri, sekira pukul 18.00 WIB, korban pergi ke rumah tetangganya, Harso Saputro (69), sambil menunggu lampu kembali menyala. Nahas, diduga akibat angin atau posisi yang terlalu dekat, api lilin tersebut menyambar gorden dengan cepat merembet ke area tempat tidur yang kasurnya terbuat dari kapuk randu.

Sekira pukul 19.30 WIB, Harso Saputro dikejutkan oleh kobaran api yang sudah membumbung tinggi di bagian atap belakang rumah Mbah Painem. Spontan, saksi berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Warga setempat, langsung berhamburan mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya dan selang air di sekitar lokasi. Sadar api semakin membesar, Kepala Desa Sambi, Kresna Widya Permana, langsung menghubungi Polsek Sambirejo dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen.

Kabid Damkar Pemadam Kebakaran Kab. Sragen, Tommy Isharyanto, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan dari Lurah/Kades Sambi, pihaknya langsung menerjunkan personel beserta unit Double Cabin dan Water Supply ke lokasi kejadian.

"Petugas melakukan penyemprotan intensif selama kurang lebih 1 jam. Proses pemadaman total dan pendinginan baru berhasil diselesaikan pada pukul 21.00 WIB," ujar Tommy dalam laporan resminya yang diterima awak media, Sabtu 20 Juni pagi.

Kebakaran ini menghanguskan seluruh bagian belakang rumah dan separuh bagian depan rumah korban. Dinding rumah yang terbuat dari bata tidak mampu menahan api yang melalap habis kerangka kayu, reng, usuk, hingga atap genting. Seluruh perabotan rumah tangga seperti lemari, meja, kursi, TV, tempat tidur, serta peralatan dapur hangus tak tersisa.

Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, melalui Kapolsek Sambirejo AKP Santosa membenarkan adanya musibah tersebut. Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Korban Terdampak Mbah Painem (80) mengalami syok berat dan pingsan di lokasi, saat ini sudah dievakuasi dan dirawat intensif oleh tim medis di Puskesmas Sambirejo. Sementara kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30.000.000.

Proses penanganan darurat dan olah TKP berjalan lancar berkat kesigapan unsur gabungan di lapangan. Instansi yang terlibat di antaranya Pemadam Kebakaran Kabupaten Sragen, Polsek Sambirejo & Unit Identifikasi Polres Sragen, TNI (Koramil) Sambirejo, Tim Medis PSC Sambirejo dan sejumlah Tim Relawan.

Pasca-kejadian, pihak kepolisian langsung memasang garis polisi, melakukan olah TKP, serta memberikan imbauan berkala kepada warga sekitar agar lebih waspada dan berhati-hati saat menggunakan media penerangan alternatif seperti lilin atau lampu teplok ketika terjadi pemadaman listrik guna menghindari kejadian serupa kembali terulang. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....