PSHT Sragen Pusat Madiun Sahkan 1.630 Warga Baru, Pangombyong Diminta Tertib
- 18 Jun 2026 10:24 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Sebanyak 1.630 calon warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen Pusat Madiun dijadwalkan akan menjalani prosesi pengesahan pada bulan Suro (Muharram) tahun ini. Agenda sakral organisasi pencak silat tersebut akan berlangsung selama dua hari berturut-turut, yakni pada Jumat hingga Sabtu, 19–20 Juni 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan pengesahan dipusatkan di Padepokan SH Terate Cabang Sragen Pusat Madiun, yang berlokasi di Dukuh Pokor, Desa Patihan, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sragen. Mengingat besarnya jumlah peserta dan potensi massa penggembira (pengombyong) yang hadir, pihak internal PSHT telah menyusun skema pengamanan ketat guna menjamin kondusivitas wilayah.
Ketua Cabang PSHT Pusat Madiun Kabupaten Sragen, Kang Mas Sunanto, menegaskan bahwa kesiapan fisik tempat maupun koordinasi lintas sektoral dengan aparat keamanan telah dimatangkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sragen.
"Untuk kegiatan pengesahan warga baru PSHT Cabang Sragen Pusat Madiun dimulai tanggal 19 Juni sampai 20 Juni 2026. Jumlah adik-adik yang disahkan sekitar 1.630-an. Semua dipusatkan di padepokan kita sendiri di Patihan, Sidoharjo," ujar Sunanto saat dikonfirmasi, Kamis 18 Juni 2026.
Mengantisipasi kerawanan gesekan di jalan raya dan demi menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), PSHT Cabang Sragen bakal mengerahkan satuan pengamanan internal organisasi, yakni Pasukan Pengaman Terate (Pamter). Rencana Pengamanan (Renpam) resmi pun telah diserahkan dan dikoordinasikan secara intensif kepada Polres Sragen.
Sunanto menambahkan, dalam pelaksanaan di lapangan, Pamter akan berdiri di garda depan untuk mengondisikan internal warga, yang kemudian didukung penuh oleh personel gabungan kepolisian (Polri) serta TNI.
"Untuk pengamanan nanti dari internal kita, Pamter. Jadi Renpam kemarin sudah disampaikan ke Polres Sragen. Di malam pengesahan nanti yang diutamakan adalah dari Pamter, yang kedua dari keamanan kepolisian dan TNI. Kami selalu bersinergi untuk menjaga keamanan yang ada di Cabang Sragen," ujar Sunanto.
Pihak organisasi juga memberlakukan aturan dan larangan tegas bagi seluruh warga maupun penggembira yang melakukan konvoi. Sunanto menegaskan bahwa Warga pangombyong dilarang keras menggunakan sepeda motor ber-knalpot brong (bising). Dilarang membawa dan mengibarkan bendera berukuran besar di jalan raya.
"Dilarang membawa senjata tajam (sajam) dalam bentuk apa pun. Dilarang membawa dan menyalakan kembang api maupun mercon. Dan wajib mematuhi seluruh peraturan lalu lintas dan menjaga ketertiban umum," kata Sunanto tegas.
Instruksi ketertiban ini klaim telah disampaikan secara berjenjang hingga ke tingkat akar rumput organisasi. Sunanto memastikan seluruh jajaran pengurus di bawahnya bergerak aktif melakukan pengawasan.
"Sudah saya sampaikan dan tekankan kepada seluruh pengurus ranting, koordinator rayon, para pelatih, hingga warga SH Terate di Kabupaten Sragen agar selalu menjaga keselamatan, kenyamanan, keamanan, ketertiban, dan selalu menjaga kondusivitas. Makanya instruksi ini wajib diteruskan ke bawah agar dipatuhi," kata Sunanto lebih lanjut.
Ketika disinggung mengenai alasan mengapa prosesi pengesahan warga baru selalu identik dan dilaksanakan pada bulan Suro (Muharram), Sunanto mengupas sisi historis dan spiritualitas yang melandasi organisasi tersebut. Menurutnya, bulan Muharram memiliki banyak keistimewaan spiritual sejak zaman sejarah para nabi.
Lebih dari itu, pendiri akar historis keilmuan ini, yakni Ki Ngabehi Soerodiwirdjo (Mbah Eyang Suro), dikenal sebagai sosok yang religius dan mengajarkan nilai-nilai luhur spiritual yang selaras dengan ajaran agama.
"SH Terate memilih bulan Muharram atau Suro karena di dalamnya banyak keistimewaan sejak zaman sejarah nabi. Pendahulu kita, Mbah Eyang Suro, adalah seorang yang mengajarkan agama, di mana tarekat-tarekat itu diambil dari sejarah nabi. Melalui momentum sakral di bulan Suro ini, semoga SH Terate pun senantiasa mendapatkan keistimewaan, berkah, dan perlindungan yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa," kata Sunanto membeberkan. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....