Alihkan Pendadaran Jadi Baksos, Pesilat PSHT Karanganyar Tanam Pohon dan Bersihkan Fasum
- 07 Jun 2026 17:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Pengurus Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Karanganyar Pusat Madiun mengambil langkah inovatif dengan mengalihkan kegiatan pendadaran siswa menjadi aksi bakti sosial serentak di seluruh wilayah setempat. Langkah kemasyarakatan ini sengaja ditempuh sebagai wujud nyata komitmen organisasi dalam mengamalkan ajaran luhur Memayu Hayuning Bawana serta mempererat tali silaturahmi dengan warga Kabupaten Karanganyar.
Ketua PSHT Cabang Karanganyar Pusat Madiun, Sutarmo, menjelaskan agenda ini digerakkan secara serentak di seluruh 17 ranting kecamatan yang berada di bawah naungan struktur kepengurusan cabang. Melalui modifikasi kegiatan ini, jajaran pengurus pusat ingin memberikan dampak positif yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh elemen masyarakat di sekitar pusat latihan pencak silat.
“Kami ingin adik-adik calon warga tidak hanya ditempa secara fisik dan mental, tetapi juga diasah kepekaan sosialnya untuk peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam di lingkungan tempat tinggal mereka, sekaligus menunjukkan bahwa P-S-H-T Pusat Madiun ramah kepada semua masyarakat Karanganyar,” ujar Sutarmo dalam pers rilis yang diterima RRI, Minggu 7 Juni 2026.
Sejalan dengan esensi pembinaan tersebut, organisasi pencak silat ini menerjunkan sedikitnya 800-an calon warga baru tahun 2026 yang bergerak bersama ribuan warga senior di medan sosial.
Senada, Wakil PSHT Cabang Karanganyar Pusat Madiun Bidang Keorganisasian, Suwarso, menegaskan keterlibatan massal ini bertujuan untuk mengikis sekat sosial serta menanamkan doktrin luhur kepada para pesilat agar siap menjadi pelayan dan pelindung masyarakat.
“Hari ini, kami serentak turun ke fasilitas-fasilitas publik pasar, masjid, lapangan, hingga makam, sekaligus menanam pohon untuk masa depan Karanganyar. Kami ingin menanamkan prinsip Memayu Hayuning Bawana—ikut menjaga dan memperindah dunia—bukan sekadar teori di atas kertas, tapi langsung basah oleh keringat kerja bakti,” kata Suwarso.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, pergerakan ribuan partisipan lintas generasi ini difokuskan untuk mengeksekusi tiga pilar utama gerakan kelestarian lingkungan. Suwarso merinci ketiga pilar tersebut meliputi aksi bersih-bersih fasilitas publik seperti masjid dan pasar tradisional, aksi peduli bumi melalui penanaman bibit pohon penghijauan, serta gerakan gotong royong merevitalisasi padepokan di tiap-tiap ranting kecamatan.
“Menjadi warga PSHT artinya harus siap menjadi pelayan dan pelindung bagi masyarakat di sekitarnya,” ucapnya.
Guna menjamin ketertiban umum dan memastikan pergerakan massa tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar fasilitas publik, kepanitiaan di tingkat ranting telah membangun komunikasi intensif dengan pemangku kebijakan lokal. PSHT Cabang Karanganyar Pusat Madiun mengawal ketat jalannya kerja bakti ini dengan melibatkan aparatur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta jajaran aparat keamanan dari TNI dan Polri.
“Panitia di masing-masing ranting telah berkoordinasi erat dengan aparat keamanan TNI, Polri agar kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Suwarso.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....