Forum Anak Surakarta Wadah Aspirasi Anak

  • 21 Jun 2026 05:39 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Forum Anak Surakarta terus berperan sebagai jembatan antara anak-anak dan pemerintah dalam menyampaikan aspirasi terkait pemenuhan hak anak. Organisasi yang berdiri sejak 2006 ini menjadi wadah resmi bagi anak-anak untuk ikut terlibat dalam pembangunan Kota Surakarta.

Ketua Forum Anak Surakarta, Prajna Putra Pia Kusuma, mengatakan organisasi tersebut dibentuk untuk menampung suara anak agar dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan.

"Forum Anak Surakarta hadir untuk mewadahi aspirasi dan keluh kesah anak-anak Kota Surakarta yang perlu disampaikan kepada pemerintah dan juga orang dewasa," ujarnya dalam program Obrolan Komunitas RRI Surakarta.

Menurut Prajna, kepengurusan saat ini berfokus memperkuat Forum Anak hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Langkah tersebut dilakukan agar aspirasi anak dapat dihimpun lebih luas dan mewakili kondisi di setiap wilayah.

Salah satu inovasi yang dikembangkan ialah Kongres Anak Surakarta. Melalui kegiatan itu, anak-anak dari berbagai kecamatan menyampaikan persoalan di daerahnya untuk kemudian dirumuskan menjadi Suara Anak Surakarta dan disampaikan kepada pemerintah.

Selain menjadi wadah aspirasi, Forum Anak Surakarta juga aktif memberikan edukasi kepada anak-anak. Materi yang disampaikan meliputi pencegahan bullying, kekerasan seksual, hingga perlindungan diri di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Fasilitator Forum Anak Surakarta, Jenar Selangit Ambika Sasilembayung, mengatakan pendekatan teman sebaya dinilai lebih efektif dalam menyampaikan edukasi kepada remaja.

"Anak-anak zaman sekarang lebih sering bercerita kepada temannya daripada kepada orang tua. Karena itu, Forum Anak hadir sebagai teman sebaya yang bisa menjadi tempat berbagi," katanya.

Forum Anak Surakarta terbuka bagi seluruh anak berusia 12 hingga 17 tahun yang berdomisili di Kota Surakarta. Organisasi ini juga menerapkan prinsip inklusif dengan melibatkan anak berkebutuhan khusus maupun peserta dari jalur homeschooling.

Dalam menjalankan programnya, Forum Anak Surakarta mendapat pendampingan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta. Organisasi tersebut juga berkolaborasi dengan UNICEF, Rotary, sekolah, serta berbagai komunitas.

Sejumlah aspirasi anak yang telah direalisasikan pemerintah antara lain pembangunan Taman Cerdas, penyusunan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR), pembangunan Monumen Konferensi Hak Anak, hingga penyelenggaraan kegiatan seni anak melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Di era digital, Forum Anak Surakarta juga aktif memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan edukasi mengenai hak anak, kesehatan mental, serta pencegahan bullying. Menurut Prajna, media sosial perlu diisi dengan konten positif karena anak-anak saat ini tidak bisa dilepaskan dari penggunaan gawai.

Menutup perbincangan, kedua narasumber mengajak anak-anak Surakarta untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berani menyampaikan aspirasi.

"Kalau ada yang kurang, kita harus sampaikan. Kita sudah difasilitasi pemerintah untuk menyuarakan hal tersebut supaya Surakarta menjadi kota yang aman dan nyaman bagi anak," kata Jenar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....