Jenang Suro Jadi Upaya Pedagang Kenalkan Triwindu dan Dongkrak Ekonomi

  • 16 Jun 2026 19:38 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Para pedagang Pasar Triwindu memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam untuk memperkenalkan pasar barang antik legendaris tersebut melalui tradisi pembagian Jenang Suro gratis kepada masyarakat. Kegiatan yang rutin digelar setiap bulan Suro itu menjadi salah satu upaya pedagang menjaga tradisi sekaligus menarik kunjungan wisatawan ke kawasan Pasar Triwindu.

Ketua Paguyuban Pasar Triwindu, Nur Bramantyo, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap pembagian Jenang Suro terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu jumlah porsi yang disediakan juga terus bertambah.

“Tujuannya supaya generasi ke depan tidak putus dan juga mengenalkan Pasar Triwindu ke luar. Selain itu sebagai salah satu upaya mengangkat ekonomi pedagang,” ujarnya, Selasa, 16 Juni 2026.

Nur menjelaskan tradisi tersebut telah menjadi bagian dari identitas Pasar Triwindu. Seluruh pedagang bergotong royong menyiapkan makanan yang kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang datang berkunjung.

“Dulu orang tua kami membuat jenang dan dimakan bersama-sama. Dulu dari pedagang untuk pedagang, sekarang dari pedagang untuk semua,” katanya.

Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pedagang dan masyarakat sekaligus menjaga warisan budaya yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Sementara itu, Nisa Hidayah, wisatawan asal Wonogiri, mengaku baru pertama kali mencoba Jenang Suro saat berlibur ke Kota Solo. Ia tidak menyangka dapat menikmati tradisi tersebut saat mengunjungi Pasar Triwindu.

“Karena sekarang lagi libur kita jalan-jalan ke Solo dan ke tempat-tempat yang belum pernah didatangi. Ini pertama kali aku nyoba Jenang Suro. Pengalaman yang menyenangkan dan ternyata turisnya banyak juga,” ujarnya.

Nisa menilai cita rasa Jenang Suro yang disajikan cukup lezat dan pelayanan panitia sangat ramah. Ia berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya Kota Surakarta. (Ryan Assyidiqi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....