Bupati Boyolali Ajak Pelaku Usaha Berikan Data Akurat dalam Sensus Ekonomi 2026

  • 12 Jun 2026 20:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Bupati Boyolali, Agus Irawan melakukan simbolis pemukulan gong di Al Azhar Azhima Hotel, Ressort and Convention pada Jumat, 12 Juni 2026, sebagai tanda dimulainya Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Pencanangan program pendataan berskala nasional yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali ini, selain dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan, juga dihadiri jajaran Forkopimda dan Kepala OPD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

Ditemui setelah acara, Bupati Agus Irawan mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Boyolali, untuk bisa memberikan data yang benar, lengkap serta jujur demi terciptanya data yang berkualitas dan tepat sasaran bagi para petugas BPS.

"Ini akan sangat penting sekali bagi kami, Pemerintah Kabupaten Boyolali, untuk mengambil langkah-langkah atau kebijakan-kebijakan dari data BPS. Tentunya harapannya akan benar-benar bisa tepat sasaran, sekali lagi juga untuk meningkatkan perekonomian di Kabupaten Boyolali," kata Agus Irawan.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Boyolali Puguh Raharjo menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 ini adalah yang ke-lima dilakukan setelah pertama kali dilaksanakan pada tahun 1986. Menurutnya sensus ini diadakan untuk mendapatkan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, ekonomi kreatif, hingga ekonomi lingkungan dan produk halal.

Ditegaskan Puguh Raharjo, bagi para para pelaku usaha tidak perlu khawatir terkait isu kebocoran data setelah dilakukan pendataan. Karena para petugas diwajibkan menjaga etika dan integritas, serta menjaga kerahasiaan data sesuai amanat UU Statistik.

"Data yang dipublikasikan juga tidak akan menampilkan informasi individu, melainkan dalam bentuk agregat kewilayahan," katanya menambahkan.

Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan dengan dua moda pendataan, yaitu Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) untuk Usaha Besar yang sudah dimulai sejak 1 Mei 2026, dan Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) untuk usaha mikro kecil menengah yang dilaksanakan secara door-to-door mulai 15 Juni sd 31 Agustus 2026.

Dalam data yang dimiliki BPS, tercatat sebanyak 115.030 usaha di Boyolali mencakup usaha besar, menengah, kecil, dan mikro. Jumlah ini menempati posisi ke-19 se-Provinsi Jawa Tengah.

Sedangkan berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Boyolali tahun 2025, sektor Industri berkontribusi 31,74 persen, diikuti sektor pertanian 20,09 persen, dan sektor perdagangan 11,99 persen. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....