BPS Kota Solo Gelar Pelatihan Bagi Ratusan Petugas Sensus Ekonomi 2026

  • 02 Jun 2026 20:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Solo menyelenggarakan pelatihan intensif bagi ratusan calon petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Pembukaan pelatihan tatap muka gelombang pertama ini dilaksanakan di Pose In Hotel, Solo, Selasa, 2 Juni 2026.

Kepala BPS Solo, Ratna Setyowati, memaparkan pelatihan ini dirancang untuk membekali para petugas dengan pemahaman komprehensif terkait prosedur standar operasi, metodologi, dan definisi konsep pendataan.

Selain materi konseptual, peserta juga dilatih terkait manajemen indikator kinerja utama serta pengoperasian aplikasi pendataan digital Fasih Mobile.

"Harapannya kegiatan ini menghasilkan petugas yang andal, sehingga data Sensus Ekonomi yang dihasilkan untuk Kota Surakarta benar-benar akurat. Ini akan menjadi bekal Bapak-Ibu semua di lapangan," ujar Ratna Setyowati dalam laporannya.

Secara keseluruhan, BPS Kota Solo akan menerjunkan 362 petugas pada masa pendataan tanggal 15 Juni hingga Agustus 2026.

Sistem pembelajaran diterapkan secara hibrida, di mana peserta gelombang pertama yang berjumlah 144 orang diwajibkan mengikuti kelas daring mandiri sebelum masuk ke sesi tatap muka dan simulasi wawancara langsung.

Menanggapi agenda besar tersebut, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum Kota Solo, Aryo Widyandoko, menyatakan dukungannya terhadap kelancaran Sensus Ekonomi sepuluh tahunan ini.

Aryo menekankan pentingnya keakuratan data statistik dalam pengambilan kebijakan strategis pemerintah di tengah berbagai dinamika serta tantangan di lapangan.

Oleh karena itu, Aryo mendorong adanya kolaborasi statistik sektoral yang lebih erat antara BPS dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Solo ke depannya.


Sinergi ini dinilai penting untuk menganalisis dan mengukur perputaran roda ekonomi daerah dari berbagai sudut pandang secara lebih akurat.

"Misalnya, Pemkot lewat Diskominfo atau dinas terkait bisa berkolaborasi untuk mengukur dampak ekonomi dari setiap event besar yang mendatangkan banyak orang di Solo. Dengan begitu, kita punya second opinion yang bagus untuk mengambil keputusan," kata Aryo. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....