Sensus Ekonomi Wonogiri Butuhkan 1.386 Petugas Pendata

  • 13 Mei 2026 21:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wonogiri - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri memperpanjang pendaftaran calon petugas pendata Sensus Ekonomi 2026 hingga Rabu 13 Mei 2026. Langkah itu dilakukan untuk memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat yang ingin terlibat dalam pendataan nasional tersebut.

Kepala BPS Wonogiri, Rahmad Iswanto mengatakan, kebutuhan petugas pendata di Wonogiri mencapai 1.386 orang. Hingga kini, jumlah pendaftar telah menembus dua ribu orang.

“Kita buka pendaftaran sebenarnya berakhir di hari kemarin tanggal 11, tapi kita perpanjang sampai dengan besok,” ujarnya.

Ia menyebut, perpanjangan dilakukan agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, dapat ikut berpartisipasi sebagai petugas sensus ekonomi.

Menurut Rahmad, setelah masa pendaftaran ditutup, seluruh peserta akan mengikuti tes kompetensi secara daring pada pekan depan. Tes tersebut menjadi tahap seleksi sebelum peserta ditetapkan sebagai mitra statistik BPS.

“Nanti akan mengikuti tes kompetensi petugas yang diselenggarakan oleh BPS secara online,” katanya.

Petugas yang lolos nantinya akan mendapat pelatihan intensif selama tiga hari pada awal Juni 2026. Setelah itu, mereka akan diterjunkan melakukan pendataan lapangan selama dua setengah bulan, mulai Minggu 15 Juni 2026 hingga Senin 31 Agustus 2026.

Rahmad menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 memiliki cakupan yang lebih luas dibanding sensus sebelumnya.

“Hampir semua fundamental sosial ekonomi itu semuanya ditanyakan,” ucapnya.

Selain pendataan door to door, BPS Wonogiri juga telah menjalankan program “ngisi bareng” untuk perusahaan maupun komunitas tertentu sebagai bagian dari sosialisasi sensus.

Terkait kemungkinan adanya warga yang sulit ditemui saat pendataan, Rahmad memastikan petugas akan berkoordinasi dengan pemerintah desa hingga kecamatan.

“Tetap koordinasi dengan pemerintah setempat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir memberikan data kepada petugas sensus. Sebab, data yang diberikan dijamin kerahasiaannya dan tidak berkaitan dengan perpajakan.

“Sensus ekonomi tidak ada kaitannya dengan pajak,” katanya.

Rahmad berharap masyarakat dapat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan jujur agar hasil pendataan dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang tepat sasaran. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....