Pelestarian Karaton Surakarta Jadi Simbol Penguatan Kebudayaan Bangsa

  • 07 Jun 2026 22:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemasangan baliho bertuliskan “Karaton Surakarta Wajib Dilestarikan” di kawasan Gapura Gladag dinilai sebagai momentum penting dalam memperkuat kembali hubungan antara Karaton Surakarta Hadiningrat dan pemerintah.

Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi mengatakan, keberadaan baliho tersebut tidak semata-mata dipahami sebagai media informasi, melainkan simbol tersambungnya kembali hubungan Karaton dengan negara melalui Kementerian Kebudayaan.

“Ini adalah menyambungkan hubungan keraton dengan negara, keraton dengan pemerintah. Memang dimulai dari Kementerian Kebudayaan, tetapi jangan lupa bahwa di antara elemen-elemen penting pertahanan negara, pertahanan budaya justru menempati posisi yang sangat penting,” ujarnya, Sabtu 6 Juni 2026.

Menurut KPH Eddy, budaya merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan bangsa. Karena itu, keberadaan pusat-pusat kebudayaan seperti Karaton Surakarta harus terus mendapat perhatian dan dukungan dari negara.

Baliho yang terpasang di kawasan Gladag menampilkan pesan pelestarian Karaton Surakarta sebagai Cagar Budaya Nasional. Dalam baliho tersebut juga terdapat foto Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, dan GKR Koes Moertiyah Wandansari.

KPH Eddy menilai terjalinnya kembali komunikasi antara Karaton dan pemerintah telah menghasilkan langkah konkret berupa revitalisasi kawasan keraton. Menurutnya, proses tersebut kini tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga penguatan nilai dan fungsi budaya.

“Terbukti begitu tersambung langsung masuk revitalisasi. Dari revitalisasi fisik sekarang sudah menuju revitalisasi nonfisik,” katanya.

Ia mengungkapkan, upaya menyambungkan kembali hubungan Karaton Surakarta dengan negara bukanlah proses singkat. Perjuangan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun sejak 1946.

“Perjuangan ini sudah sejak tahun 1946. Sekarang tahun 2026, artinya sudah sekitar 80 tahun. Kalau kemudian ini menjadi titik awal tersambungnya kembali Karaton dengan negara, tentu harus kita syukuri bersama,” ucapnya.

KPH Eddy mengajak seluruh pihak untuk mendukung proses penguatan hubungan tersebut dan tidak terjebak pada persoalan-persoalan kecil yang berpotensi menghambat tujuan yang lebih besar, yakni pelestarian budaya bangsa.

“Jangan sampai persoalan-persoalan kecil menjadi penghambat tersambungnya Karaton dengan negara. Yang terpenting adalah bagaimana pusat budaya seperti Karaton Surakarta dapat terus dilestarikan dan diperkuat untuk kepentingan bangsa,” ujarnya. (Ril/Ase)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....