Monolog Krisis Lingkungan Hidup Jadi Magnet di Panggung Ekshibisi FDRR

  • 07 Jun 2026 13:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Omah Kreatif Arturah kembali meneguhkan posisinya sebagai poros gerakan seni dan kebudayaan melalui penyelenggaraan Festival Drama Realis Remaja (FDRR) 2026.

Ajang apresiasi teater pelajar bergengsi ini digelar selama empat hari, mulai tanggal 2 hingga 5 Juni 2026, bertempat di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Surakarta.

Mengusung tema besar Muda Berkarakter Cermin Budaya Masa Kini, perhelatan tahun ini menyajikan penampilan dari sepuluh peserta kompetisi serta empat penyaji ekshibisi.

Berbagai peserta ekshibisi yang turut memeriahkan acara antara lain Istana Dongeng, SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar, Solo Mime Society, dan Sanggar Jejak ISI Surakarta.

Titik pembeda yang paling fundamental dalam perhelatan tahun ini terletak pada hadirnya panggung ekshibisi karya yang difungsikan sebagai laboratorium edukasi karakter.

Ruang ekshibisi ini secara khusus dikonsepkan untuk menjadi sarana refleksi yang tajam atas berbagai realitas sosial pada masa kini.

Salah satu magnet utama dari sesi ekshibisi edukatif tersebut adalah pementasan monolog berjudul Surat untuk Cucu yang Belum Lahir.

Karya penciptaan teater ini ditulis dan disutradarai secara langsung oleh pencetus FDRR sekaligus pimpinan Omah Kreatif Arturah, Caroko Tri Hananto atau yang akrab disapa Turah Hananto.

“Karya ini dihadirkan dengan tidak hanya menuntut pencapaian estetis, tetapi juga komitmen moral yang mendalam terhadap isu krisis lingkungan hidup,” kata Turah menyoroti esensi pementasannya, Minggu, 7 Juni 2026.

Penampilan monolog yang memukau tersebut diperankan oleh Muhammad Irgi Pratama, seorang siswa berbakat dari SMK Muhammadiyah 2 Karanganyar.

Kualitas akting Irgi semakin diakui publik setelah ia berhasil meraih Juara 1 pada ajang FLS3N tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Karanganyar, yang otomatis menjadi tiketnya untuk melaju ke kompetisi tingkat Provinsi.

Sementara itu, Turah Hananto yang tengah menempuh studi Program Magister Pascasarjana ISI Surakarta juga memberikan gambaran mengenai rencana karya terbarunya di bawah bimbingan Dr. Fawarti Gendra Nata Utami.

“Saya sedang berproses Tugas Akhir penciptaan teater berjudul Arsip Hidup Sala Hatedu yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 6 November 2026 di Taman Budaya Jawa Tengah,” ucapnya.

Sementara itu, acara tahunan ini sukses terlaksana sebagai bagian dari program Penerima Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Wilayah X serta mendapatkan dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation.

Gelaran FDRR 2026 ini diramaikan oleh total 14 kelompok pengisi acara yang terdiri dari 10 komunitas teater sekolah sebagai peserta lomba dan 4 kelompok seni sebagai pengisi ekshibisi.

Pihak penyelenggara menyatakan festival teater ini mengemban misi besar untuk mendisrupsi dampak negatif dari ketergantungan gawai serta digitalisasi pada kehidupan remaja masa kini.

Melalui proses latihan teater yang intensif, para siswa didorong untuk mengasah kembali komunikasi tatap muka secara langsung di kehidupan nyata.

"Kita berharap mengembalikan marwah teman-teman remaja itu menjadi makhluk sosial," kata Turah. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....