BEM Usahid Sambangi DPRD Solo, Bahas Tupoksi Legislatif-Sinergi Atasi Krisis Guru

  • 19 Mei 2026 15:11 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Komisi IV DPRD Kota Surakarta menerima audiensi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sahid Surakarta di Ruang Badan Anggaran (Banggar) gedung parlemen daerah. Pertemuan bertajuk "BEM Usahid Goes to DPRD Solo" ini digelar sebagai ruang dialog untuk memperkuat peran partisipatif mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai gerakan ekstra parlementer dalam ruang demokrasi.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Sugeng Riyanto, menjelaskan bahwa forum audiensi tersebut berfokus pada dua poin utama. Poin pertama berkaitan dengan edukasi mengenai mekanisme penyelenggaraan pemerintahan serta tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang melekat pada jajaran legislatif.

"Materi pertama dia belajar ya tentang penyelenggaraan pemerintahan dalam perspektif DPRD. Tugas pokok fungsi DPRD apa saja ya sudah kami jelasin semua," kata Sugeng Riyanto, Selasa, 19 Mei 2026.

Selain memahami alur kerja dewan, pertemuan ini juga membahas peluang kolaborasi nyata antara mahasiswa dan Pemerintah Kota Surakarta. Sugeng Riyanto mencontohkan, sinergi konkret yang sudah berjalan sukses berada di sektor kesehatan, di mana mahasiswa Jurusan Psikologi Usahid diterjunkan langsung untuk membantu pelayanan di Puskesmas.

Lebih lanjut, Sugeng Riyanto menantang para mahasiswa untuk ikut andil menyelesaikan persoalan pelik di sektor pendidikan, khususnya pemenuhan ratusan lowongan guru SD dan SMP negeri di Solo yang hingga kini masih mengalami kekosongan.

"Kami ada kekosongan guru SD, SMP negeri itu ratusan jumlahnya. Kalau misalnya teman-teman Usahid ini yang sebelum wisuda mau ada karya bakti semacam itu atau membantu kelangkaan guru itu ikut ngajar di sekolah-sekolah negeri yang ada di Solo itu, itu sangat bagus. Makanya kami buka, kami open," ujar Sugeng Riyanto.

Pihak DPRD menegaskan bahwa Solo tidak bisa menyelesaikan seluruh problematika kotanya sendiri tanpa adanya keterlibatan dari unsur akademisi. Kehadiran para aktivis kampus ini pun dinilai menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program kerja pengabdian mahasiswa dengan kebutuhan rill di lapangan.

Menteri Luar Negeri BEM Universitas Sahid Surakarta, Daffa Fauzan Nugroho, menyampaikan bahwa program kunjungan ini memang dirancang khusus oleh instansinya untuk memberikan pemahaman rill bagi mahasiswa mengenai dinamika politik dan kebijakan publik di tingkat daerah.

"Tujuan kami di dewan itu terkait audiensi yaitu mengenai tupoksi dari dewan di DPRD Kota Solo dan terkait adanya isu di Kota Regional Solo. Jadi kita juga belajar bagaimana mekanisme yang ada di dalam dewan utamanya di Kota Solo," ucap Daffa Fauzan Nugroho. (Ryan Assyidiqi)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....