Pembangunan Masjid Kartasuro Berlantai Tiga Resmi Dimulai
- 05 Jun 2026 14:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sukoharjo - Pemkab Sukoharjo secara resmi memulai pembangunan Masjid Kartasura melalui prosesi groundbreaking di kawasan bekas Terminal Kartasura.
Groundbreaking atau peletakan batu pertama dipimpin langsung Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, dan Wakilnya Eko Sapto Purnomo diikuti jajaran Kepalao PD, Forkopimcam Kartasura, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya, Jumat 05 Juni 2026.
Melalui proyek ini, Pemkab Sukoharjo berupaya menghadirkan sarana ibadah yang representatif sekaligus memperkuat fungsi kawasan Kartasura sebagai pintu gerbang Kabupaten Sukoharjo.
Bupati Etik Suryani, pembangunan Masjid Kartasura memiliki nilai kontrak sebesar Rp21.005.740.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan dilaksanakan mulai tanggal 20 Mei hingga 26 Desember 2026.

Menurutnya, Pemkab Sukoharjo menekankan agar seluruh proses pembangunan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, kualitas pekerjaan, serta keselamatan kerja.
“Seluruh pihak yang terlibat, mulai dari kontraktor, konsultan perencana, konsultan pengawas hingga perangkat daerah terkait, diminta bekerja secara profesional dan bertanggung jawab agar hasil pembangunan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Etik.
Lebih lanjut disampaikan Bupati Etik Suryani, keberadaan Masjid Kartasura di kawasan strategis bekas Terminal Kartasura diharapkan mampu menjadi ikon religius baru Kabupaten Sukoharjo sekaligus memperindah wajah wilayah Kartasura.
“Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan yang dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, serta menjaga kerukunan antarumat beragama,” katanya.

Kepala Dinas PUPR Bowo Sutopo menjelaskan Masjid Kartasura yang terdiri tiga lantai direncanakan tidak hanya terdiri dari bangunan utama masjid, tetapi juga berbagai fasilitas pendukung seperti area pendopo, area penunjang, dan sarana lainnya yang akan mendukung fungsi masjid secara optimal.
“Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah maupun berbagai aktivitas sosial keagamaan,” ujar Bowo.
Sementara itu Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Sukoharjo, Sofwan Faizal Sifyan, berharap pembangunan Masjid Kartasura mampu merangkul seluruh elemen umat Islam tanpa memandang latar belakang organisasi maupun kelompok tertentu.
“Dengan dimulainya pembangunan ini, Masjid Kartasura diharapkan tidak hanya menjadi landmark baru Kabupaten Sukoharjo, tetapi juga tumbuh menjadi pusat aktivitas umat yang menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat dan memperkuat nilai-nilai religius di kawasan Kartasura serta Kabupaten Sukoharjo secara keseluruhan,” ujar dia.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Sukoharjo, Muhamad Agung Wibowo, menyatakan pihaknya akan mengawal pelaksanaan proyek untuk antisipasi potensi ATHG (ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan).
“Kami melakukan pengawalan untuk mengantisipasi adanya potensi ATHG sehingga pelaksanaan proyek dapat berjalan aman, tertib, lancar, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran,” ujar Agung.
Kejaksaan menurutnya juga membuka ruang komunikasi dengan pemangku kepentingan agar segera lapor jika ada kendala di lapangan.
(Edwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....