Mesin Cetak KTP-el di Sragen Rusak, Butuh Anggaran Rp3 Miliar
- 05 Jun 2026 14:43 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, terancam terhambat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sragen mencatat mayoritas alat perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) di tingkat kecamatan sudah usang dan mendesak untuk diremajakan.
Kepala Dispendukcapil Sragen, Adi Siswanto mengatakan, perangkat komputer hingga alat rekam data yang ada di 20 kecamatan rata-rata merupakan pengadaan tahun 2012. Hingga saat ini, usia pakai alat-alat tersebut sudah memasuki 15 tahun.
"Perangkat di kecamatan itu rata-rata pengadaan lama. Jadi kalau dihitung sampai sekarang usianya sudah belasan tahun. Memang sudah waktunya peremajaan karena kondisinya sudah tua," kata Adi Siswanto, Jumat 5 Juni 2026.
Menurut Adi, untuk memperbarui seluruh fasilitas tersebut dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Berdasarkan taksiran, kebutuhan anggaran untuk pengadaan satu set alat perekam baru beserta printernya mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta per kecamatan.
Artinya, untuk memenuhi kebutuhan di 20 kecamatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen setidaknya harus menyiapkan anggaran hingga Rp3 miliar. Mengingat keterbatasan anggaran daerah, Dispendukcapil memilih mengajukan usulan anggaran secara bertahap.
"Kalau sekaligus di semua kecamatan jelas berat, anggaran daerah tidak akan kuat. Makanya kami usulkan secara bertahap, disesuaikan dengan skala prioritas kecamatan mana yang paling mendesak," katanya.
Selain persoalan alat rekam di kecamatan, kendala juga dihadapi oleh armada layanan jemput bola milik Dispendukcapil Sragen. Salah satu unit mobil layanan keliling dilaporkan mulai sering mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas pemakaian.
Padahal, usia operasional mobil tersebut baru menginjak tahun ketiga. Namun, tingginya mobilitas untuk melayani masyarakat di pelosok desa membuat kendaraan tersebut bekerja ekstra keras.
Setiap minggunya, armada ini harus berkeliling melakukan jemput bola perekaman data adminduk bagi warga lansia, penyandang disabilitas, hingga melayani rujukan darurat ke berbagai rumah sakit, baik di Sragen maupun luar kota seperti Solo.
"Mobil itu sebenarnya relatif baru, jalan tiga tahun ini. Tapi karena digunakan terus setiap hari tanpa jeda untuk jemput bola warga rentan dan difabel, jadinya sekarang mulai sering masuk bengkel," ucap Adi.
Dispendukcapil berharap usulan peremajaan alat rekam maupun perbaikan sarana mobilitas ini dapat segera terealisasi. Hal ini penting demi menjaga mutu pelayanan publik agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang cepat tanpa harus mengantre lama. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....