Masuk Bursa Calon Jaksa Agung, Istri Dr. Tjokorda ternyata Srikandi Asal Solo
- 04 Jun 2026 14:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta — Bursa calon Jaksa Agung Republik Indonesia periode 2024–2029 kian menghangat. Di antara deretan nama yang mencuat, sosok Dr. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha menjadi salah satu kandidat kuat.
Ia dinilai sebagai figur paling mumpuni untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di Korps Adhyaksa pada era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pria kelahiran Denpasar, 25 Desember 1960 ini bukanlah orang baru di jagat penegakan hukum. Memulai karier sejak 1989, Jaksa Utama Madya (IV/d) dengan rekam jejak mentereng selama lebih dari tiga dekade ini dikenal memiliki integritas tanpa kompromi.
| Baca juga: Hallo JPN Kejaksaan Negeri |
Jabatan terakhirnya sebagai Jaksa Ahli Utama Madya pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Agung menjadi bukti nyata kematangan dan jam terbangnya.
Namun, di balik profilnya yang tegas dan bersahaja sebagai penegak hukum, ada sisi humanis lain yang mencuri perhatian publik. Pendamping hidup sang calon Jaksa Agung ternyata adalah seorang srikandi tangguh yang berakar kuat di Solo, Jawa Tengah; Prof. Dr. Hj. Anna Mariana, SH., MH., MBA.
Lahir di Solo pada 1 Januari 1960, Prof. Anna Mariana membawa keanggunan, ketekunan, dan filosofi luhur tanah kelahirannya ke panggung budaya nasional hingga internasional. Selama hampir 36 tahun lebih dari separuh usianya ia telah mendedikasikan diri sebagai pelopor, pengabdi, sekaligus pelestari kain tenun dan songket tradisional Nusantara.
"Mengedukasi dan memperkenalkan tenun serta songket tradisional kepada generasi muda adalah kewajiban. Ini adalah upaya agar warisan leluhur kita terus hidup, berinovasi, dan tidak punah digilas zaman," ucap Anna penuh semangat, Rabu 3 Juni 2026.
Kiprah Anna di dunia wastra tidak main-main. Ia turun langsung membina, mengembangkan, dan melindungi para pengrajin kain tradisional di berbagai pelosok kepulauan Indonesia.
Bagi Anna, tenun dan songket bukan sekadar lembaran kain penutup tubuh, melainkan identitas, jati diri, sekaligus perekat komponen bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Lewat tangan dinginnya, sejarah tenun yang membentang dari era kerajaan Nusantara hingga jalinan sejarah Islam terus dihidupkan dan dinarasikan ke dunia modern.
Karya-karya adiluhung perempuan asal Solo ini bahkan telah diakui di level tertinggi negara. Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, beserta Ibu Negara Iriana Jokowi tercatat beberapa kali mengenakan busana hasil rancangan Anna Mariana dalam berbagai momen sakral kenegaraan.
"Terakhir saat Pak Jokowi dan Bu Iriana mengenakan tenun babe dan selendang karya kami pada perayaan Lebaran Betawi tahun 2017 lalu," ujar Anna.
Perpaduan antara Dr. Tjokorda yang bersih di dunia hukum dengan sang istri yang mendedikasikan hidupnya pada pelestarian budaya, membuat pasangan yang kini berdomisili di Jakarta Selatan ini mendapat banjir dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Rekam jejak Dr. Tjokorda di dunia hukum memang terbilang legendaris. Ia merupakan salah satu sosok yang ikut membidani lahirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di masa-masa awal, serta terlibat langsung dalam mengusut 58 kasus besar Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di bawah Jampidsus.
Pengalaman berharga ini menjadikannya figur yang dinilai sangat siap menghadapi tantangan reformasi hukum masa kini.
Di tengah tingginya tuntutan publik akan penguatan institusi kejaksaan yang lebih profesional dan bersih, duet figur hukum berintegritas dan srikandi pelestari budaya asal Solo ini dinilai menjadi kombinasi yang sangat harmonis—sebuah perpaduan ketegasan hukum dan kelembutan budaya yang siap membawa angin segar bagi masa depan penegakan hukum di Tanah Air. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....