KTK dan PPDK Gelar Pelatihan Batik Cap-Ciprat untuk Remaja Tuli

  • 01 Jun 2026 20:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Komunitas Tuli Klaten (KTK) bekerja sama dengan tim Program Pengabdian kepada Masyarakat dosen ISI Surakarta dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) sukses menyelenggarakan pelatihan batik cap mix batik ciprat.

Pelatihan yang berlangsung pada 30-31 Mei 2026 ini merupakan bagian dari program Inovasi Seni Nusantara (PISN). Kegiatan kali ini mengangkat tema "Inovasi Seni Inklusif Difabel Tuli Klaten melalui Festival Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026".

Ketua PPDK, Qoriek Asmarawati menjelaskan, pelatihan batik cap mix batik ciprat bertujuan untuk memperkuat identitas sosial dan kapasitas artistik penyandang disabilitas tuli. Melalui pengembangan seni berbasis budaya lokal ini, mereka diharapkan memiliki kepercayaan diri yang tinggi atas kemampuan yang dimiliki.

“Ini sudah digagas agak lama antara PPDK dengan kawan-kawan dari ISI, bagaimana kemudian bisa mengembangkan bakat dari remaja komunitas tuli Klaten. Mereka yang sebelumnya sudah akrab dengan batik ciprat kemudian dilatih untuk mengembangkan motif dengan membuat batik cap,” kata Qoriek Asmarawati kepada RRI, Senin 1 Juni 2026.

Qoriek mengapresiasi adanya ruang belajar bagi penyandang tuli di Klaten. Selain memperkuat identitas komunitas, keterampilan baru ini diharapkan mampu berkembang hingga membantu meningkatkan perekonomian mereka di masa depan.

Pelatihan yang digelar di Sekretariat PPDK Klaten tersebut diikuti oleh sekitar 20 peserta dengan rentang usia sekolah. Melalui pembekalan ini, para penyandang tuli diharapkan memiliki keterampilan mumpuni untuk mendukung kemandirian usaha mereka kelak.

“Yang dilatih itu ada 20 peserta, rata-rata usia mereka usia SMP dan SMA. Yang sudah lulus SMA tidak bisa mengikuti karena sudah bekerja. Kami fokus di usia sekolah SMP dan SMA,” ucapnya menambahkan.

Selain aspek teknis, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proses membatik, khususnya saat berinteraksi dengan malam panas dan peralatan pendukung lainnya.

Pendampingan dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti proses kreatif dengan aman dan nyaman, mulai dari pembuatan pola, pembuatan cap, pengecapan pada kain, hingga tahap finishing batik. (Adam Sutanto)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....