Pemberdayaan Disabilitas Lewat Kawan Tuli Coffee Space
- 24 Des 2025 09:08 WIB
- Surakarta
KBRN Surakarta: Budaya ngopi kini tidak sekadar tentang menikmati secangkir kopi. Sunyi Coffee dan Kawan Tuli Coffee Space, dua kedai kopi hadir mengusung pemberdayaan penyandang disabilitas sekaligus edukasi komunikasi inklusif bagi masyarakat.
Sunyi Coffee yang berlokasi di Bekasi Selatan menjadi contoh usaha sosial yang berhasil memadukan bisnis, edukasi, dan inklusivitas. Kedai kopi ini hampir seluruhnya mempekerjakan penyandang disabilitas, khususnya tunarungu dan tunawicara, baik sebagai barista maupun staf dapur.
Di Sunyi Coffee maupun Kawan Tuli Coffee Space, pelanggan diajak memesan dan berinteraksi menggunakan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Setiap meja dilengkapi panduan dasar bahasa isyarat untuk membantu pengunjung belajar berkomunikasi langsung dengan para barista.
Bagi pelanggan yang belum memahami bahasa isyarat, komunikasi tetap dapat dilakukan dengan menunjuk menu atau menuliskan pesanan melalui ponsel. Selain itu, poster alfabet BISINDO juga terpasang di sejumlah sudut kafe sebagai sarana edukasi.
Kedua kafe ini didirikan dengan misi sosial untuk menciptakan ruang kerja yang aman, setara, dan bebas diskriminasi bagi penyandang disabilitas. Kehadirannya dilatarbelakangi oleh masih minimnya kesempatan kerja yang layak bagi penyandang disabilitas di dunia kerja formal.
“Saya tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga belajar banyak hal baru. Ini pengalaman yang benar-benar membuka mata,” ujar Zulfkifli, salah satu pengunjung.
Pengalaman serupa juga dirasakan Imam, pengunjung lainnya. “Ini pengalaman yang sangat membuka wawasan. Saya belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang yang memiliki keterbatasan pendengaran,” katanya.
Selain menghadirkan pengalaman edukatif, Sunyi Coffee juga menawarkan beragam menu makanan dan minuman, mulai dari kopi, Thai tea, Matcha Latte, hingga makanan berat seperti Nasi Ayam Wijen, Nasi Cakalang Suwir Kemangi, serta camilan andalan Bitterballen.
Saat ini, Sunyi Coffee telah membuka sejumlah cabang di berbagai kota, di antaranya Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, dan Yogyakarta. Secara konsep, kafe ini serupa dengan kedai kopi modern lainnya, namun dibedakan dengan dekorasi edukatif berupa poster alfabet bahasa isyarat di berbagai sudut ruangan.
Salah satu cabang Sunyi Coffee di Jakarta berlokasi di Jalan Barito I No. 31, Kramat Pela, Kebayoran Baru, berseberangan dengan Taman Ayodya. Sementara cabang Tangerang berada di Jalan Alam Sutera Boulevard No. Kav. 22–26, Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Konsep serupa juga hadir di Kota Solo melalui Kawan Tuli Coffee Space. Kafe ini menjadi yang pertama di Solo yang seluruh barista dan pelayannya merupakan penyandang tuli.
Berlokasi tidak jauh dari Pasar Gede Solo, kafe ini menawarkan pengalaman ngopi yang sarat makna dan nilai empati. Kafe ini memiliki desain interior sederhana namun hangat, serta dilengkapi fasilitas Wi-Fi gratis dan colokan listrik di setiap meja, sehingga nyaman digunakan untuk bekerja, belajar, maupun bersantai.
Pemilik Sunyi Coffee, Mario Gultom, mengatakan pemberdayaan penyandang disabilitas dilakukan melalui pelatihan dan pemberian pengalaman kerja. “Tujuannya agar mereka dapat mengembangkan kepercayaan diri, keterampilan, dan kemandirian dalam berwirausaha,” ujarnya.
Kehadiran Sunyi Coffee dan Kawan Tuli Coffee Space membuktikan bahwa bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi dan penggerak perubahan sosial. Dengan memadukan kopi dan inklusivitas, kedai-kedai ini menghadirkan pengalaman ngopi yang berbeda sekaligus mengajak masyarakat lebih terbuka terhadap penyandang disabilitas. (Slif/Magang Unisri/Aditya)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....