Kirab Waisak dan Thudong Jadi Awal Penguatan Toleransi di Solo

  • 26 Mei 2026 10:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Momentum kedatangan Bhikku Thudong dan kirab Waisak disebut menjadi langkah awal penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Solo. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surakarta menilai kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan lintas agama di masyarakat.

Dihubungi rri.co.id, Selasa 26 Mei 2026, Ketua FKUB Kota Surakarta, HM Mashuri, mengatakan konsep kirab kerukunan antarumat beragama yang dimulai saat Waisak nantinya juga diterapkan pada perayaan hari besar agama lain di Kota Solo. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penguatan predikat Kota Toleran.

“Kemarin itu kita awali dari Buddha, Waisak ini kirab kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Ia menjelaskan ke depan kirab kerukunan juga akan digelar saat hari besar keagamaan lainnya. Program tersebut akan difasilitasi bersama Pemerintah Kota Surakarta dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

“Nanti kalau pas Natal itu juga sama sebelum ornamen di-launching akan ada kirab kerukunan beragama,” ujarnya.

Mashuri menyebut konsep kegiatan toleransi berbasis budaya dan komunitas tersebut menjadi inovasi baru FKUB Solo. Menurutnya, pendekatan nonformal lebih mudah diterima masyarakat dan efektif memperkuat nilai kebersamaan.

Ia berharap toleransi di Kota Solo tidak hanya muncul di tingkat elit, tetapi benar-benar hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Menurutnya, perbedaan harus dipandang sebagai rahmat dan kekuatan untuk saling melengkapi.

“Perbedaan ini merupakan rahmat dan aset untuk saling melengkapi,” ucapnya. (Reza)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....