Lepas Kirab Bhikkhu Thudong, Respati Ardi Sebut Solo Kota Toleran

  • 24 Mei 2026 16:45 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Solo, Respati Ardi melepas kirab Waisak yang diikuti 57 Bhikkhu Thudong dari Rumah Dinas Loji Gondrong menuju Balai Kota pada Sabtu malam, 23 Mei 2026.

Selain Bhikkhu Thudong, kirab Waisak ini juga diikuti rombongan reog ponorogo, pasukan paskibraka, prajurit Mangkunegaran hingga Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya, Wonogiri.

Ditemui setelah melepas langsung rombongan, Wali Kota Respati Ardi mengatakan bahwa kehadiran Bhikkhu Thudong di Kota Solo, menjadi salah satu bukti bahwa Kota Bengawan adalah Kota inklusif dan toleran.

"Kami sangat berasa bangga sekali dan sudah lama diharapkan akhirnya Bhikkhu Thudong bisa mampir serta singgah dan mengikuti kirab. Solo ini terbuka untuk siapapun bagi kepercayaan dan agama apapun untuk melakukan upacara keagamaan," kata Respati Ardi.

Senada dengan Wali Kota Respati Ardi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono juga menyampaikan bahwa kirab Waisak ini mampu menunjukkan bahwa Kota Bengawan adalah Kota yang toleran.

"Kami menyambut antusias karena ini kan pertama kali di Kota Solo dilewati Bhikkhu Thudong dalam rangka persiapan Waisak yang puncaknya di Borobudur. Ini juga menjadi salah satu menunjukkan kita sebagai kota toleran. Kirab ini juga diikuti oleh semua agama," ucap Maretha Dinar Cahyono.

Sesampainya di Balai Kota, rombongan 57 Bhikkhu Thudong langsung menempati panggung yang sudah disediakan panitia kirab. Memberikan sambutan, Perwakilan Bhikkhu Thudong asal Indonesia, Bhante Tejapunno Mahathera mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Solo dan petugas yang sudah selalu mengawal dengan baik kehadiran para Bhikkhu.

"Terima kasih kepada TNI-Polri yang sudah mengawal perjalanan ini dengan baik hingga sampai saat ini dan terima kasih kepada semua masyarakat Solo yang telah menyambut peringatan Hari Waisak," ujar Bhante Tejapunno Mahathera.

Ditambahkan Bhante Tejapunno Mahathera, dirinya berharap dengan keanekaragaman yang ada di Indonesia bisa terus membuat masyarakatnya selalu hidup rukun, hidup damai, hidup bahagia.

"Semoga dengan keanekaragaman yang ada di Indonesia, kita semuanya tetap bisa merajut, sehingga bisa hidup rukun, hidup damai, hidup bahagia. Kedamaian yang kita harapkan semua, kedamaian dunia ini bisa terwujud," ujarnya menambahkan.

Selain kirab Waisak, prosesi acara di Balai Kota juga menghadirkan kegiatan memandikan Rupang Sidharta Gautama yang ditonton langsung masyarakat Kota Solo. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....