SPMB Karanganyar 2026 Dimulai 18 Juni, Disdik Tekankan Kualitas dan Pemerataan

  • 25 Mei 2026 18:40 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar tengah mematangkan persiapan Sistem Penerimaan Masuk Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, seluruh jajaran dinas sedang fokus dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat, sebelum nantinya pelaksanaan pendaftaran resmi dibuka mulai tanggal 18 Juni 2026 mendatang.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Heru Joko Sulistyono, menjelaskan komposisi jalur penerimaan jenjang SMP tahun ini masih sama dengan tahun lalu. Jalur tersebut mencakup zonasi sebesar 40%, prestasi 35%, afirmasi 20%, dan jalur perpindahan tugas orang tua sebesar 5%.

“Kalau jalur formasinya sama, komposisinya juga ada SMP ya untuk domisili 40 persen, afirmasi 20 persen, prestasi 35 persen, perpindahan orang tua 5 persen. Ini hampir sama,” ujar Heru Joko Sulistyono saat dikonfirmasi RRI, Senin 25 Mei 2026.

Perubahan signifikan justru terletak pada batasan rombongan belajar (rombel) di setiap kelas yang kini dibatasi maksimal 32 siswa untuk tingkat SMP. Kebijakan ini diterapkan sebagai tindak lanjut arahan pemerintah pusat demi menjaga kualitas pendidikan serta menjamin efektivitas kegiatan belajar mengajar agar siswa dapat lebih berkonsentrasi.

“Karena dalam satu kelas itu kalau lebih mungkin 32 lebih itu kan kurang efektif juga, kurang konsentrasi. Terus yang kedua bukan juga supaya tidak terpusat di hanya satu atau beberapa sekolah supaya ada pemerataan juga,” katanya.

Heru menambahkan, untuk jenjang SMP di Karanganyar, saat ini terdapat 84 sekolah, dengan rincian 50 sekolah negeri dan sisanya adalah swasta, dengan total kuota penerimaan direncanakan sekitar 13.000 kursi.

"Untuk jenjang SD, terdapat sekitar 486 sekolah negeri dengan kapasitas per kelas maksimal 28 siswa, jumlah rombelnya menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah," katanya.

Plt Kadikdisbud mengungkapkan, dinas Pendidikan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi yang bersifat berkelanjutan terkait sejumlah sekolah yang kurang mendapat minat masyarakat. Upaya tersebut meliputi penguatan branding prestasi sekolah melalui media sosial, peningkatan kompetensi guru secara berjenjang, serta pengajuan anggaran sarana dan prasarana baik dari APBN maupun APBD.

“Kita selama ini kan terus melalui media sosial branding, prestasi-prestasi sekolah, itu untuk supaya untuk menarik minat masyarakat supaya anak-anaknya bisa disekolahkan di sekolah tersebut. Secara sarana dan prasarana memang setiap tahun pasti kita ajukan ke anggaran APBN maupun APBD supaya masyarakat itu lebih percaya dari sisi kualitas dan juga kenyamanan,” ucap Heru.

Heru menjamin pendaftaran SMP yang dilakukan secara daring melalui aplikasi, akan berjalan transparan. Ia menekankan tidak ada praktik titipan, dan sistem yang terbuka memungkinkan seluruh elemen masyarakat untuk turut memantau jalannya seleksi.

“Intinya kita berusaha untuk setransparan, terbuka dan semua bisa melihat, bisa memantau,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....