Jelang Iduladha, Pesanan Hewan Kurban di Solo Mulai Mengalir Deras

  • 18 Mei 2026 12:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pesanan hewan kurban jenis kambing di Pasar Hewan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, mulai mengalir menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Permintaan tidak hanya datang dari pembeli pribadi, melainkan juga dari instansi sekolah dan organisasi sosial.

Pedagang hewan kurban di Pasar Semanggi, Muhammad Alim, mengatakan pergerakan transaksi pembelian kambing saat ini masih cenderung normal dan belum mengalami lonjakan yang signifikan. Menurutnya, mayoritas pembeli biasanya baru melakukan transaksi saat mendekati hari pelaksanaan kurban, terutama pada H-5 hingga H-1 Iduladha.

"Pembelian mendadak saat ini kerap dipilih masyarakat karena mempertimbangkan kondisi kesehatan kambing. Jika terlalu lama dipelihara setelah dibeli, hewan berisiko sakit sehingga memicu komplain dari pembeli," ujar Alim saat ditemui rri.co.id, Minggu 17 Mei 2026.

Menjelang Iduladha tahun ini, Alim menyiapkan sekitar 300 ekor kambing per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar. Ia mengaku sudah menerima pesanan dalam jumlah besar, mulai dari puluhan hingga ratusan ekor, baik dari wilayah Solo maupun luar kota.

Pemesanan dari luar kota didominasi oleh organisasi sosial di Jakarta dengan volume mencapai 100, 200, hingga 500 ekor. Sementara untuk pemesanan lokal di Solo, mayoritas datang dari sekolah-sekolah dengan rata-rata pesanan 15 hingga 25 ekor kambing.

"Untuk harga, kambing kurban yang paling banyak diminati berada di kisaran Rp2,5 juta per ekor. Sedangkan harga tertinggi di kandang kami mencapai Rp3,5 juta per ekor," ucapnya menambahkan.

Kondisi serupa juga dirasakan para peternak sapi di wilayah tetangga. Peternak sekaligus pedagang hewan kurban di Beteng, Jatinom, Klaten, Nur Khasanah, menuturkan bahwa permintaan hewan kurban jenis sapi bahkan sudah berlangsung sejak awal April 2026 lalu. Dari 23 ekor sapi yang ia sediakan, kini sebanyak 20 ekor di antaranya telah ludes terjual.

"Alhamdulillah, sapi di kandang kami sudah laku 20 ekor dengan harga rata-rata Rp27 juta per ekor, dan saat ini hanya tersisa 3 ekor," kata Nur Khasanah.

Ia menjelaskan, karena pembeli sudah memesan (inden) sejak satu bulan lalu, hewan kurban tersebut dititipkan terlebih dahulu di kandangnya dan baru akan diambil pada H-1 Iduladha. Untuk layanan ini, pembeli dikenakan biaya tambahan perawatan dan pakan ternak sebesar Rp500 ribu.

Nur Khasanah juga menambahkan bahwa harga sapi terus merangkak naik. Sapi yang saat ini terjual di angka Rp19 juta, pada hari biasa umumnya hanya dibanderol dengan harga kurang dari Rp18 juta per ekor. Ia memprediksi harga jual sapi akan terus mengalami kenaikan hingga mendekati Hari Raya Iduladha nanti. SF

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....