Pedagang Hewan Kurban Tiban Mulai Menjamur di Adi Soecipto, Solo jelang Idul Adha
- 23 Mei 2026 17:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Pedagang hewan kurban musiman atau pedagang tiban jenis kambing mulai bermunculan di tepi jalan sepanjang jalan Adi Soecipto, Solo.
Pantauan rri.co.id, pada Sabtu 23 Mei 2026, paling tidak ada 4 pedagang yang membuka lapak lapak penjualan kambing dan domba berdiri di sejumlah titik sejak sepekan terakhir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan hewan kurban.
Salah satu penjual hewan urban kambing di Jalan Adi Sucipto tepatnya di Colomadu, Suradi warga Senden, Colomadu mengaku telah membuka lapak penjualan sejak satu minggu lalu.
Ia mengatakan sudah hampir 30 tahun menekuni usaha jual beli kambing kurban meski lokasi berdagangnya kerap berpindah pindah. Pada musim kurban tahun ini, Suradi menyediakan sekitar 42 ekor kambing dan domba.
"Untuk saat ini menyediakan 42 ekor, Kalau penjualan pada tahun lalu cukup baik, dari total stok sekitar 40 ekor kambing hampir seluruhnya terjual menjelang Idul Adha. Ia juga memberikan layanan penitipan hewan kurban bagi pelanggan tanpa tambahan biaya hingga mendekati hari penyembelihan," kata Suradi.
Hewan kambing tersebut didatangkan dari wilayah Wonogiri, khususnya Slogohimo. Menurutnya jenis kambing yang paling diminati pembeli yakni kambing jawa dan etawa dengan kisaran harga Rp2 juta hingga Rp4 juta perekor. Ia menyebut harga kambing saat ini masih stabil dan belum mengalami kenaikan signifikan.

Sementara itu, Pedagang lain dikawasan Jalan Adi Soecipto, Solo tepatnya wilayah Ursulin, Solo, Ahmad Yani asal Simo, Boyolali mengatakan dirinya mulai berjualan sejak pertengahan Mei dan akan bertahan hingga hari Raya Kurban.
Tahun ini Ia menyediakan berbagai jenis dengan harga mulai Rp1,5 juta hingga Rp 5 juta perekor, kambing berukuran besar jenis etawa menjadi hewan dengan harga tertinggi.
"Sebagian kambing yang dijual sudah dipesan pelanggan dan hanya tinggal menunggu pengiriman," katanya.
Meski menyediakan layanan penitipan gratis, ia mengaku tetap menanggung sejumlah biaya operasional seperti sewa lapak dan pakan ternak.ia menambahkan seluruh kambing yang dijual didatangkan dari wiayah wonogiri melalui pasar pasar hewan setempat. (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....