Ribuan Ikan di Waduk Cengklik Mati , Rugikan Peternak

  • 16 Mei 2026 13:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID - Boyolali - Fenomena upwelling atau pembalikan massa air di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, menyebabkan ribuan ikan nila milik pembudidaya keramba Jaring Apung mati mendadak. Akibat kejadian ini, kerugian materi para peternak ditaksir mencapai lebih dari seratus tujuh belas juta rupiah.

Dalam pertemuan para pembudidaya ikan pada Jumat malam, tercatat sedikitnya empat koma dua ton ikan nila siap panen mati akibat perubahan kualitas air waduk secara drastis. Peristiwa ini berdampak pada sebelas peternak yang tergabung dalam Kelompok Sumber Rejeki dan Kelompok Sumber Penguripan di Desa Sobokerto.

Para pembudidaya mengungkapkan, gejala pembalikan massa air mulai terlihat sejak Jumat dini hari sekitar pukul lima pagi. Kondisi memuncak pada siang hari sekitar pukul satu, ketika ribuan ikan tiba-tiba mengapung lemas di permukaan keramba.

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada Kamis malam diduga menjadi pemicu utama. Cuaca ekstrem tersebut mengaduk lapisan dasar waduk sehingga kandungan gas beracun naik ke permukaan dan menyebabkan kadar oksigen dalam air menurun drastis.

Menyikapi kejadian itu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali langsung melakukan langkah penanganan. Kepala Bidang Perikanan Disnakkan Boyolali, Anton Sarwoko, mengatakan pihaknya segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan memastikan tingkat kerugian yang dialami para pembudidaya.

"Kami akan memastikan jumlah kerugian dan mendata pembudidaya yang terdampak. Selanjutnya kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada,” ujar Anton, Sabtu 16 Mei 2026

Selain itu, tim teknis juga akan memantau kadar oksigen terlarut atau dissolved oxygen di Waduk Cengklik guna memastikan kondisi perairan kembali aman bagi aktivitas budidaya ikan.

Sementara itu, meski mengalami kerugian besar, para pembudidaya tetap berupaya menjaga ekosistem waduk. Mereka melakukan pembersihan mandiri terhadap bangkai ikan agar tidak memicu pencemaran dan penyebaran penyakit di area budidaya.

Para peternak pun berharap adanya perhatian dan bantuan stimulan dari pemerintah daerah untuk membantu pemulihan modal usaha mereka yang terdampak akibat bencana lingkungan tersebut. Lidia

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....