Seminar Hardiknas: Disdik Solo Dorong Inovasi Guru dan Gerakan Dukungan Semesta

  • 12 Mei 2026 17:43 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta mendorong transformasi besar di ruang kelas guna menjawab tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pendidikan.

Hal tersebut ditekankan dalam Seminar Hari Pendidikan Nasional 2026 bertajuk "Peran Sekolah dalam Pemenuhan Capaian Pembelajaran dan Kualitas Layanan Pendidikan" yang digelar di Graha Wisata Niaga, Selasa, 12 Mei 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, saat memberikan keynote speech menyatakan momentum Hardiknas tahun ini menjadi alarm pengingat bagi sekolah untuk tidak lagi menggunakan cara lama.

Menurutnya, sekolah harus mampu memangkas kesenjangan mutu dan menghadirkan atmosfer belajar yang lebih responsif serta profesional agar setiap orang tua merasa aman menitipkan masa depan anaknya.

"Kunci utama peningkatan kualitas ada di ruang kelas. Kita hadapi fenomena kejenuhan belajar karena siswa kita adalah generasi digital. Jika guru hanya memakai metode ceramah satu arah, antusiasme mereka akan padam. Peran sekolah krusial dalam menggerakkan guru mengembangkan metode inovatif," ujar Dwi Ariyatno.

Dwi menambahkan, teknologi informasi seperti platform digital hingga kecerdasan buatan (AI) tidak boleh lagi dimusuhi, melainkan harus diintegrasikan secara bijak sebagai alat bantu pembelajaran.

Namun, pemanfaatan teknologi ini harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar tidak menjadi bumerang bagi tumbuh kembang anak.

"Kita butuh metode yang memantik rasa ingin tahu dan mengembalikan binar kegembiraan. Teknologi jangan dimusuhi, tetapi diintegrasikan secara bijak sebagai alat bantu utama," katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Surakarta tengah menginisiasi kebijakan strategis melalui Surat Edaran (SE) Walikota mengenai jam wajib belajar di luar sekolah dan pengaturan waktu layar (screen time).

Kebijakan ini bertujuan mengembalikan fungsi kontrol orang tua dan mengalihkan durasi gawai pada aktivitas yang lebih produktif di dunia nyata.

Selain itu, guna meningkatkan kapasitas pendidik, Dinas Pendidikan Surakarta meluncurkan program 100 Jam Pelajaran (JP) pembelajaran daring bagi para guru.

Program ini diharapkan menjadi akses bagi tenaga pendidik untuk memperbarui kompetensi metodologi pembelajaran inovatif tanpa harus meninggalkan tugas mengajar di sekolah.

Seminar ini ditutup dengan penekanan pada "Gerakan Dukungan Semesta", yakni gotong royong seluruh elemen mulai dari sekolah, orang tua, dunia industri, hingga perguruan tinggi. Hadir sebagai pemateri dalam forum tersebut Dekan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Imam Sujadi, dan Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, Tri Mulyani, yang memberikan paparan terkait standar mutu pendidikan. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....