Kirab Budaya Pokdarwis Jateng Meriahkan Jalanan Solo, Finish di Kauman

  • 10 Mei 2026 12:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Kirab Budaya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Jawa Tengah sukses memukau masyarakat dengan parade seni dan budaya yang dimulai dari Loji Gandrung menuju Kampung Batik Kauman.

Ratusan peserta yang mengenakan beragam busana adat berjalan menyusuri jalanan kota sebagai puncak rangkaian Forum Komunikasi Pokdarwis Jateng. Acara ini menjadi bukti nyata kekayaan tradisi yang tetap lestari di tengah modernitas Kota Solo.

Sepanjang rute kirab, masyarakat disuguhi berbagai atraksi menarik mulai dari musik bambu Gajah Krumpyung hingga aksi heroik pasukan Bregodo. Setiap kelurahan di Kota Solo turut menerjunkan perwakilannya dengan menampilkan potensi seni masing-masing untuk menyambut delegasi dari 35 kabupaten/kota.

Panitia Kegiatan, Candrawati mengatakan, suasana semarak ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam memajukan pariwisata melalui jalur kebudayaan.

"Pesertanya mencapai 190-an orang ditambah keterlibatan tiap kelurahan yang mengeluarkan potensi seninya, mulai dari musik bambu hingga Wayang Orang Sriwedari," ujar Candrawati, Minggu, 10 Mei 2026.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar tontonan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya. Kehadiran komunitas seperti Komunitas Kebaya Nusantara dan Wayang Orang Sriwedari memberikan warna tersendiri dalam iring-iringan kirab. Penonton yang memadati sepanjang Jl. Slamet Riyadi terlihat antusias mengabadikan momen langka yang menggabungkan berbagai unsur seni Jawa tersebut.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyatakan kebanggaannya atas dedikasi para penggiat Pokdarwis. Ia menilai kirab budaya ini merupakan cara efektif untuk menunjukkan identitas Solo sebagai kota budaya yang dinamis kepada seluruh perwakilan daerah di Jawa Tengah. Baginya, kegiatan seperti ini harus terus dipertahankan untuk memperkuat ekosistem pariwisata di akar rumput.

"Delegasi yang datang ini bisa menengok langsung potensi kita. Wisata Solo sekarang harus mantap, harus dari bawah agar perhatian pemerintah pusat pun semakin besar," kata Respati.

Kirab budaya ini berakhir dengan meriah di Kampung Batik Kauman, di mana para peserta disambut dengan bazar UMKM lokal. Penempatan titik akhir di Kauman bertujuan untuk memperkenalkan salah satu kampung wisata heritage terbaik di Solo kepada para delegasi. Melalui kegiatan ini, Pokdarwis se-Jawa Tengah diharapkan dapat saling bertukar pengalaman dalam mengelola kirab budaya di daerahnya masing-masing. (Dania/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....