Jadi Tuan Rumah Pokdarwis Jateng 2026, Solo Perkenalkan Potensi Wisata

  • 09 Mei 2026 08:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kota Solo menjadi tuan rumah Pertemuan Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Jawa Tengah 2026 pada 9-10 Mei 2026. Pertemuan tersebut akan diikuti sekitar 200 peserta dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Kegiatan akan dipusatkan di Loji Gandrung, kawasan Gatot Subroto, dan Kampung Wisata Batik Kauman dengan mengangkat tema “Pesona Solo – Culture & Heritage”. Adapun rangkaian kegiatan mulai dari forum diskusi pariwisata, wisata heritage, Solo Night Experience, kelas membatik, wisata belanja UMKM, hingga puncak acara Kirab Budaya Pokdarwis.

Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengatakan, melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Solo ada pada budaya yang hidup bersama masyarakat kepada para tamu undangan.

"Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa kekuatan pariwisata Solo ada pada budaya yang hidup bersama masyarakat. Wisatawan tidak hanya datang melihat, tetapi juga merasakan pengalaman budaya, kuliner, hingga interaksi dengan UMKM lokal," kata Astrid Widayani dalam rilis yang diterima RRI.CO.ID pada Jumat, 8 Mei 2026.

Ditambahkan Astrid Widayani, kolaborasi antara sektor pariwisata dan UMKM menjadi salah satu fokus pengembangan Kota Solo. Karena itu, Ketika wisata bergerak, UMKM ikut tumbuh. Ini yang terus di dorong Pemkot Solo, bagaimana pariwisata bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Mantan Rektor Universitas Surakarta (UNSA) ini berharap setiap Pokdarwis yang hadir dapat memperkuat storytelling wisata di wilayah masing-masing, terutama terkait sejarah, budaya, dan potensi lokal yang dimulai dari lingkungan terkecil.

"Storytelling itu penting dalam pariwisata. Setiap kampung, setiap wilayah pasti punya cerita sejarah, budaya, maupun kearifan lokal yang bisa diangkat. Dari situlah identitas wisata terbentuk dan menjadi daya tarik bagi wisatawan," katanya menambahkan.

Pemerintah Kota Solo juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antardaerah dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi UMKM lokal. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....