Pemkab Klaten Hadirkan Film Dokumenter Polio Sebagai Sarana Edukasi Masyarakat

  • 07 Mei 2026 10:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menggelar diskusi tentang penyakit polio. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Klaten Rabu 6 Mei 2026 ditandai pula dengan pemutaran film dokumenter penyakit polio dengan judul langkah akhir.

Film yang diproduksi oleh proyek Synthesis and Translation of Research and inovation in Polio Eradication (SETRIPE) dibawah Pusat Kedokteran Tropis UGM Yogyakarta. Film tersebut menceritakannya seorang anak bernama Najwa warga Klaten yang mengalami kelumpuhan akibat polio.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten Anggit Budiarto menyambut gembira kehadiran film dokumenter tersebut sebagai edukasi kepada masyarakat. Kasus polio yang sudah tidak ada di Indonesia ternyata bisa muncul.

Polio tersebut dinilai cukup berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian. Namun upaya yang dapat dilakukan dengan pemberian imunisasi.

"Kami dari Dinas Kesehatan turut bangga karena kita sebagai salah satu yang dipakai dalam produksi film ini. Kenapa saya bangga dengan adanya film ini nantinya bisa terpublikasi kepada masyarakat bahwa situasi penyakit polio sudah eradikasi (sudah tidak ada tetapi masih ada ancaman) penting untuk pemahaman masyarakat bahwa polio bisa berdampak pada kecacatan yang permanen bahkan ada kematian," kata Anggit Budiarto, Rabu 7 Mei 2026.

Dikatakan Anggit, kasus polio sebenarnya sudah dinyatakan hilang sejak tahun 2014. Namun ternyata kasus tersebut muncul kembali pada tahun 2023, sehingga menjadi pengingat ancaman penyakit polio belum benar -benar hilang.

Prof. dr. Yodi Mahrbdradhata Penanggung jawab proyek STRIPE mengatakan satu kasus penyakit polio menjadi alarm bagi semua pihak untuk tetap waspada. Film dokumenter diproduksi sebagai alat advokasi kesehatan masyarakat.

"Polio ini sudah nyaris tereradikasi dan Indonesia sudah menyatakan bebas polio maka disayangkan kalau berbagai pembelajaran dari keberhasilan upaya eradikasi ini tidak ada yang mendokumentasi," katanya.

Dikatakan keberhasilan eradikasi polio hanya dapat dijaga dengan komitmen bersama dari berbagai pihak. Seperti halnya tenaga kesehatan, pembuat kebijakan dan masyarakat yang percaya akan pentingnya imunisasi.

Pemutaran film dokumenter dan dialog tentang penyakit polio tersebut menghadirkan berbagai dari berbagai sektor mulai dari kesehatan, pendidikan, agama dan juga pemerintah hingga organisasi kemasyarakatan serta perempuan. Keterlibatan multi pihak tersebut menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan cakupan imunisasi. Adam Sutanto/MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....