Safari Kamtibmas Polres Sukoharjo di Gatak, Warga Sampaikan Banyak Keluhan

  • 06 Mei 2026 20:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo – Polres Sukoharjo menggelar kegiatan Safari Kamtibmas tahun 2026 di Pendopo Kantor Kecamatan Gatak, Selasa05 Mei 2026 malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri sekitar 100 peserta dari unsur Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan.

Kapolres Sukoharjo yang diwakili Wakapolres AKBP Pariastutik, S.H., hadir bersama para pejabat utama Polres Sukoharjo. Turut hadir Camat Gatak Wanto, S.Sos, Kapolsek Gatak AKP Hadi Sumaryono, S.H., M.H., Danramil 07 Gatak Mayor Inf. Suroso, serta perwakilan kepala desa, BPD, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Gatak.

Dalam sambutannya, Camat Gatak Wanto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Safari Kamtibmas sebagai wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Secara umum situasi wilayah Gatak aman dan kondusif berkat dukungan Forkopimcam, kepala desa, serta peran aktif tokoh masyarakat. Namun masih ada beberapa persoalan, seperti kecelakaan lalu lintas akibat minimnya penerangan jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakapolres Sukoharjo AKBP Pariastutik menegaskan bahwa Safari Kamtibmas menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

“Kami berharap bapak ibu dapat menyampaikan permasalahan yang ada. Jika bisa kami jawab langsung akan kami jawab, jika belum akan kami catat dan sampaikan kepada Kapolres untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Dalam sesi dialog interaktif, warga menyampaikan sejumlah persoalan kamtibmas. Aris Sudibyo, warga Wironanggan, mengeluhkan tingginya angka kecelakaan di ruas jalan Klewer–Stasiun Gawok dan meminta tambahan rambu serta lampu peringatan.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Sukoharjo menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk penambahan fasilitas keselamatan jalan. Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan langkah antisipasi dan penindakan terhadap balap liar di wilayah Gatak dan Kartasura.

“Kami juga mengimbau peran orang tua untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat balap liar,” ujarnya.

Permasalahan lain yang mencuat adalah pengelolaan sampah di sekitar Pasar Gawok. Warga mengeluhkan masih adanya pembuangan sampah ke sungai serta kurangnya fasilitas tempat pembuangan.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Geneng Hj. Suprapti menyebut pihaknya telah melakukan berbagai upaya, seperti pemasangan imbauan dan sosialisasi kepada warga, meski pelanggaran masih kerap terjadi, terutama oleh warga luar daerah.

Wakapolres Sukoharjo kemudian meminta jajaran terkait untuk mengawal penanganan persoalan tersebut serta mendorong koordinasi lintas instansi.

“Kami mohon permasalahan ini dikomunikasikan dengan pihak terkait. Jika ada gangguan kamtibmas seperti balap liar, masyarakat dapat langsung menghubungi layanan 110 agar segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Selain itu, Kepala Desa Trangsan Mujiman menawarkan solusi pengolahan sampah melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sementara Camat Gatak menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dan sistem iuran dalam pengelolaan sampah.

Safari Kamtibmas merupakan program rutin Polres Sukoharjo sebagai upaya proaktif menjaga kondusivitas wilayah, mempererat silaturahmi, serta mencari solusi bersama atas berbagai persoalan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. (Edwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....