Calhaj Sukoharjo Berpamitan, Gunakan Jaket Merah dan Dapat Bekal Lauk Kering

  • 06 Mei 2026 16:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo – Sebanyak 750 jemaah calon haji (calhaj) dari kabupaten Sukoharjo berpamitan kepada Bupati Etik Suryani.

Pamitan yang berlangsung di pendopo Graha Satya Praja (GSP), Rabu 06 Mei 2026 juga dihadiri jajaran Forkompimda, Kantor Kementerian Haji dan Umrah dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD( di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Etik Suryani, memakaikan jaket merah kepada perwakilan calon haji tertua, yakni Miatin Maniyo (88) dan calon haji termuda, Maetza Kirana Azzahra (21).

Bupati Sukoharjo Etik Suryani, mengungkapkan bahwa seperti pada tahun-tahun sebelumnya Pemkab Sukoharjo membekali ratusan calhaj berupa jaket merah sebagai penanda identitas saat menunaikan rukun Islam kelima. Selain jaket merah, Pemkab Sukoharjo juga membekali makanan kering untuk para calon haji.

“Jaket merah sudah menjadi tradisi sejak era bupati sepuh Pak Wardoyo Wijaya, dan masih berlanjut hingga saat ini. Kenapa merah, karena warnanya mencolok, sehingga mudha dikenali,’ ujar Etik.

Selain Jaket merah, para tamu Allah itu juga menerima makanan kering berupa sambel pecel, sambel teri, srundeng, dan abon sapi.

“Makanan kering tahan lama bisa menjadi lauk pauk calon haji setiap hari. Terutama saat berada di padang Arofah dan di tenda,” katanya.

Bupati Etik Suryani bersama jajaran Forkompimda dengan latar belakang calon haji

Bupati Sukoharjo itu juga berpesan agar para calhaj menjaga kondisi kesehatan selama menunaikan ibadah haji dan sebisa mungkin tidak terpencar dari rombongannya dan menjaga kekompakan.

“Jaga nama baik Sukoharjo dan Indonesia saat menunaikan ibadah haji. Saya doakan agar para calon haji bisa pulang ke Tanah Air dengan selamat dan membawa gelar haji Mabrur,” kata Etik.

Sementara itu dalam kata pamitanya, Ahmad Hafidh selaku Koordianor Petugas Haji Daerah melaporkan, Calhaj asal kabupaten Sukoharjo terbagi menjadi enam kloter.

“Ada dua kloter yang utuh berasal dari Sukoharjo yakni kloter 63 dan 64. Sementara empat kloter lainnya bergabung dengan daerah lain yakni Klaten dan Sragen. Kloter dari Sukoharjo akan berangkat ke tanah suci melalui Embarkasi Solo pada 13 Mei 2026,” ujar Hafidh.

Menurutnya, dari jumlah sebanyak 750 calhaj dari kabupaten Sukoharjo calon haji yang berisiko tinggi di kloter 63 sebanyak 106 orang. Sedangkan calon haji berisiko tinggi di kloter 64 sebanyak 90 orang.

“Angka itu belum termasuk calon haji berisiko sedang dan ringan. Sementara jumlah calon haji dari kedua kloter yang menggunakan kursi roda 39 orang,” kata dia.

Ahmad Hafidh juga menjelaskan, jika Kemenhaj dan Umroh mulai tahun ini memberlakukan aturan yang cukup ketat terkait jemaah haji yang menggunakan kursi roda wajib memiliki pendamping dengan surat pernyataan.

“Ya, untuk pendamping harus memiliki surat pernyataan. Ini berlaku bagi pendamping yang bukan dari keluarga. Ini bagian dari antisipasi kesehatan dan keselamatan ibadah haji di Tanah Suci,” kata Hafidh. (Edwi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....