Harga Sapi Kurban Naik, Pemkab Wonogiri Pastikan Kesehatan Ternak

  • 06 Mei 2026 06:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Wonogiri - Menjelang Hari Raya Iduladha, Pemerintah Kabupaten Wonogiri memastikan kesiapan sebagai salah satu daerah pemasok hewan kurban, dengan kondisi ternak yang relatif sehat meski terjadi kenaikan harga, khususnya pada sapi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, mengatakan pemantauan telah dilakukan sejak tiga minggu terakhir, baik di pasar maupun kandang peternak. “Pertama, sejak tiga minggu yang lalu itu pergerakan hewan kurban sudah kami pantau. Itu yang pertama. Baik di pasar maupun di kandang-kandang peternak,” ujarnya kepada RRI, Selasa 5 Mei 2026.

Dari hasil pengawasan tersebut, ia memastikan kondisi kesehatan hewan kurban cukup baik dan minim serangan penyakit. “Yang ketiga, hasil pantauan kami terkait dengan kondisi hewan kurban, alhamdulillah tidak banyak ditemukan serangan penyakit. Baik itu PMK maupun LSD,” katanya.

Namun demikian, terdapat kenaikan harga pada hewan kurban, terutama sapi. Ia menyebut kenaikan berkisar antara satu hingga dua juta rupiah per ekor. “Jadi ketika tahun lalu hewan kurban itu harga dua puluh empat juta, hari ini di angka dua puluh enam juta,” ucapnya.

Sementara itu, harga kambing dan domba cenderung stabil dengan kenaikan yang belum signifikan. “Kambing dan domba sedikit ada pergerakan harga di seratus, dua ratus ribu per ekor. Tapi belum signifikan,” ujarnya.

Peternak sapi, Teguh Topo, membenarkan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan menjelang Iduladha. “Untuk penjualan sapi menjelang Idul Adha ini, ee, pastinya ada kenaikan yang cukup signifikan ya Mas karena memang Idul Adha ini momentum untuk para shohibul qurban,” ujarnya.

Ia menjelaskan kenaikan harga terjadi di berbagai kelas sapi. “Untuk sapi-sapi ekonomis atau sapi-sapi kecil di kisaran di bawah dua puluh lima juta itu kenaikan kurang lebih satu setengah sampai dua juta,” katanya.

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada sapi kelas menengah hingga jumbo. “Sapi-sapi kelas menengah di kisaran tiga puluh sampai empat puluh juta, kenaikan sekitar tiga sampai empat juta. Kalau untuk sapi jumbo yang delapan ratus kilo sampai satu ton up, kenaikannya bisa lima sampai sepuluh juta,” ucapnya.

Menurutnya, jenis sapi yang paling diminati pembeli saat ini adalah limosin. “Sapi yang paling laku jenisnya limosin Mas,” ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas pasar hewan mulai menunjukkan peningkatan. Sejumlah pasar besar di Wonogiri seperti Pracimantoro, Wuryantoro, dan Purwantoro mulai ramai oleh aktivitas jual beli. “Progresnya ramai, Mas. Ramai. Mulai menggeliat,” katanya.

Meski demikian, lalu lintas pengiriman ternak ke luar daerah masih relatif sepi. Dinas Pertanian memperkirakan permohonan pengiriman akan meningkat mendekati hari pelaksanaan kurban, seiring kebutuhan yang semakin tinggi di berbagai daerah. (Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....