Bahayakan Kesehatan, Pemkot Solo Larang Hewan Ternak Cari Makan di TPA Putri Cempo
- 01 Mei 2026 10:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta memberikan perhatian serius terhadap aktivitas hewan ternak yang mencari makan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo. Langkah ini diambil guna memastikan kualitas pangan masyarakat tetap terjaga dan menghindari peredaran daging yang tidak sehat di pasar.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera melakukan penertiban di area tersebut. Ia menekankan bahwa pengawasan ketat harus dilakukan terhadap hewan ternak yang masuk dan keluar dari area pembuangan sampah.
"Ini saya sudah tugaskan DLH untuk menertibkan hewan ternak yang masuk di TPA dan makan sampah dan diperjualbelikan ke publik," ujar Respati Ardi saat ditemui di Balaikota Solo, Jumat, 1 Mei 2026.
| Baca juga: Kambing Hewan Ternak Bernilai Tinggi |
Menurut Respati, konsumsi daging dari hewan yang mengonsumsi sampah di TPA memiliki risiko kesehatan yang sangat besar bagi masyarakat luas. Ia meminta publik dan para pemilik ternak untuk memiliki kesadaran bersama dalam menjaga rantai pangan yang sehat di Kota Bengawan.
Selain masalah kesehatan, keberadaan hewan ternak ini juga dinilai mengganggu tata kelola lahan pembuangan yang kini hampir mencapai kapasitas maksimal. Wali Kota mengajak para pekerja di TPA, termasuk komunitas pemulung, untuk bekerja sama menjaga agar area tersebut tidak mengalami kelebihan beban atau over capacity.
"Ayo sadarkan. Mari rekan-rekan pemulung, kita kesadaran bersama untuk menjaga TPA kita supaya tidak over capacity, supaya tetap bisa menjadi pekerjaan kita semuanya," ucap Respati Ardi.
Meski akan dilakukan penertiban, Pemerintah Kota Surakarta menjamin tidak akan meninggalkan warga yang selama ini menggantungkan hidup di TPA Putri Cempo. Respati berencana melibatkan masyarakat sekitar dalam program pengelolaan sampah mulai dari tingkat hulu atau dari sumbernya langsung.
Pemerintah Kota juga menyiapkan program khusus bagi kelompok lanjut usia melalui inisiatif "Lansia Berdaya" agar mereka tetap produktif di sektor lingkungan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada warga sekitar TPA yang dinilai memiliki kemandirian ekonomi luar biasa hingga mampu menyekolahkan anak-anak mereka ke perguruan tinggi.
Langkah penataan ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan sehat bagi lingkungan. Melalui koordinasi lintas dinas, Pemkot Solo berkomitmen menciptakan keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar TPA. (Ryan Assyidiqi/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....